Cerita Fajar Senja

dari fajar untuk senja


Leave a comment

Catatan waktu perjalanan bersama bus Harapan Jaya AG 7190 US, kelas eksekutif, kode bis 7 (20/8)

13.13 start pool caglak
13.18 masuk gerbang tol Gedong 1
13.35 simpang tol cikunir
13.40 tol bekasi barat
13.46 tol bekasi timur
13.48 rest area km 19
13.53 tol cibitung
13.58 gerbang tol cikarang utama
14.07 rest area km 39
14.20 tol klari
14.23 rest area km 57
14.31 simpang tol purbaleunyi
14.35 tol cikampek
14.40 gerbang tol cikopo
14.47 rest area km 86
14.58 tol kalijati
15.01 rest area km 102
15.07 tol subang
15.24 rest area km 130
15.30 tol cikedung
15.47 tol kertajati
15.53 rest area km 166, ngisi solar
16.12 tol sumberjaya
16.22 gerbang tol palimanan
16.29 gerbang tol plumbon
16.37 gerbang tol ciperna utama
16.39 rest area km 207
16.44 keluar tol kanci
16.51 rumah makan singgalang jaya
16.55 rumah makan barokah indah 2
16.57 masuk rumah makan aroma, istirahat makan sore
17.27 lepas rumah makan aroma
17.31 rumah makan menara kudus po. Haryanto
17.32 pasar gebang
17.43 Losari
18.22 rumah makan kedung roso
18.28 simpang tiga pejagan
18.37 bulakamba
18.50 simpang tiga exit tol brebes barat
19.00 Alun” brebes
19.09 simpang tiga exit tol brebes timur
19.19 terminal tegal
19.24 mall pasifik tegal
19.35 SPBU Muri
19.51 suradadi
20.04 masuk jalan lingkar pemalang
20.07 terminal pemalang
20.25 comal
20.38 wiradesa
20.46 stasiun pekalongan
20.59 terminal pekalongan
21.04 alun alun batang
21.32 subah
21.39 banyuputih
21.48 masuk lingkar baru alas roban
21.57 masuk lingkar weleri
22.02 masuk rumah makan sari rasa, kontrol
22.13 cepiring
22.18 Alun alun kendal
22.24 masuk lingkar kaliwungu
22.33 terminal mangkang
22.44 krapyak
22.47 gerbang tol manyaran
22.52 Jatingaleh
22.56 gerbang tol tembalang
22.59 gerbang tol banyumanik
23.19 gerbang tol Bawen
23.23 tuntang
23.29 masuk lingkar salatiga
23.47 klero
23.51 sruwen
23.53 ampel
00.02 terminal sunggingan Boyolali
00.30 perempatan colomadu
00.37 lampu merah manahan
00.43 Simpang kereta api joglo
00.57 Sroyo
01.06 Masaran
01.14 Pungkruk
01.19 Alun Alun Sragen
01.26 Pilangsari
01.40 Mantingan
01.45 Pondok Gontor Putri
01.52 Gendingan
02.20 rumah makan Duta, istirahat makan kedua
02.45 finish Terminal Kertonegoro Ngawi

Catatan:
Macet bekasi barat-bekasi timur,
Macet tanjung-simpang tiga pejagan
Macet sentra telur asin brebes sampai alun-alun brebes
Macet pengecoran jalan subah

hj-scania

Bus Harapan Jaya AG 7190 US

HJ BIS 7.jpg

Tiket Bus Harapan Jaya


Leave a comment

Nostalgia kuliner semasa SMA, Warung Terbiz, Kemiri

Dahulu sewaktu SMA aku dan teman teman SMAku sepulang sekolah sering bela-belain jauh-jauh dari sekolah cuma buat ke warung makan ini, ya sekitar 17-18 km lah dari sekolahku ke warung ini. Warung Makan Terbiz namanya. Kalo aku sama teman-teman sih lebih seringnya menyebut dengan Warung Daim, karena pemilik warung makan ini bernama Pak Daim.

Hari minggu (8/5) siang ini aku berkesempatan bernostalgia kulineran semasa SMA dulu. Saat aku tiba di warung daim ini kondisi sepi, mungkin karena sudah lewat dari jam makan siang. Dan siang ini, aku memesan menu andalanku bersama teman-teman SMAku dulu, Nasi Goreng dan Es Jeruk.
Tak sampai 10 menit menunggu Nasi Goreng dan segelas Es Jeruk terhidang. Masih sama seperti dulu, sepiring nasi goreng dengan isian suwiran ayam goreng, taburan bawang goreng, serta beberapa potong timun segar. Tak lupa juga ciri khas dari nasi goreng warung daim ini adalah tambahan pelengkap sepiring kubis yang sudah dipotong potong.

image

Ku nikmati nasi goreng ini, cita rasa juga masih sama dari dulu, yang membuatku kembali ke angan-angan jaman dulu sewaktu bersama sama teman temanku kesini dulu. Buat para pecinta nasi goreng, nasi goreng ini mungkin terkesan biasa saja, isinya juga minimalis tidak seperti nasi goreng di tempat lain seperti nasi goreng kambing khas kebon sirih, atau nasi goreng babat khas semarang. Tapi boleh dicoba menu nasi goreng warung daim ini kalo pembaca sekalian sedang berkunjung di daerah Kutoarjo, Kemiri dan sekitarnya.

Di warung daim ini tidak cuma menjual menu nasi goreng saja, tapi juga ada nasi soto, nasi rames, dan lain-lain. Lokasi warung ini juga cukup mudah dijangkau. Lokasinya ada di pinggir Jalan Raya Kemiri-Pituruh, Desa Kerep, Kecamatan Kemiri, Purworejo. Ancer ancernya juga gampang. Dari perempatan Alun-Alun Kemiri sekitar 1 km kanan jalan ke arah Pituruh. Warung ini juga suasananya enak karena ada di dekat sawah juga.

image

Nasi goreng yang kupesan tadi sudah habis. Segera kubayar pesanan tadi dan habis 12 ribu rupiah saja untuk seporsi nasi goreng dan segelas es jeruk. Nasi goreng sudah dibayar, perut kenyang, dan saatnya pulang!


Leave a comment

Kadang aku merasa sedih dengan fisikku yang mungkin sudah “gak sempurna” lagi. Kecelakaan sewaktu awal” masuk kuliah lah penyebabnya. Perlu kalian tau, di paha kaki kiriku masih tertanam plat platina. Plat platina yang sekarang terbungkus daging yang secara kasat mata memang tidak terlihat, dan butuh sebuah proses rontgen untuk bisa melihatnya. Plat platina itu dulu untuk menyambung tulang pahaku yang patah akibat kecelakaan dulu.

Sudah 7 tahun lebih plat platina itu tertanam, harusnya sih sekarang sudah terambil plat platina itu. Tapi proses operasi yang bikin sakit bukan kepalang membuatku masih enggan untuk melakukan operasi pelepasan plat platina.

Untuk yang membaca tulisan ini, doaku untuk kalian semua. Semoga senantiasa selamat saat di perjalanan. Hati” dalam berkendara baik kendaraan bermotor maupun tidak bermotor. Semoga kalian gak merasakan apa yang pernah aku rasakan.

*catatan insomnia, yang masih trauma akan kecelakaan


2 Comments

Hatiku Sumringah Ketemu RN (Catatan Perjalanan bersama bus Jaya Utama)

Hatiku sumringah kala memasuki pelataran terminal Terboyo. Dari dalam bus Taruna AC Ekonomi seat 2-2 yang kunaiki, terlihat jelas armada bus berwarna dominan biru berbodi scorpion X buatan karoseri tentrem terparkir menanti jatah parkir keberangkatan. Armada ini memang sudah aku incar sejak lama. Armada yang masih terhitung baru, baru mulai ngelen sejak bulan juni lalu. Jaya Utama, Patas, L 7745 UV line Semarang – Surabaya via Kudus-Rembang-Tuban yang memakai chassis Hino HINO RN8J J08E VD. (selanjutnya kusebut saja Jayut RN)

Flashback sebentar. Sekitar sebulan lalu aku sudah berniat menjajal armada ini. Kusanggongi ke Terboyo dari Solo dengan naik armada Royal Safari AC Ekonomi seat 2-2 kala itu. Namun naas, sampai Terboyo tidak terlihat penampakan Jayut RN alias tidak ngelen dan dicadangi armada lawas Jaya Utama berbodi Galaxy Exl buatan karoseri tentrem. Akhirnya dengan rasa yang agak dongkol aku pulang lagi ke Solo naik Sugeng Rahayu AC Tarif Biasa, W 7805 UY angkatan jam 6 sore dari Terboyo.

Semenjak perburuan yang gagal itu, sebenarnya aku sudah gak begitu lagi bersemangat untuk mengincarnya lagi. Namun karena ada gonjang-ganjing harga bahan bakar minyak akan naik pada 1 november membuatku jadi bersemangat untuk mengincarnya lagi. Mumpung harga tiket masih terjangkau, harus aku coba segera.

Turun dari bus Taruna kubergeser ke sebelah sisi barat pelataran terminal. sembari berteduh ku lihat sekeliling area terminal, ada beberapa bus terparkir selain Jayut RN, Coyo Patas, Sahabat Patas, Taruna Putih AC Ekonomi seat 2-3, Taruna AC Ekonomi seat 2-2, Safari Lux AC Ekonomi seat 2-2, Sumber Waras, Nusantara Patas Jogja kuning ex Trans Nusa, dll. Tak lama kemudian beberapa armada lain masuk pelataran. Ada Sugeng Rahayu AC Tarif Biasa W 7083 UZ, Eka Patas S 7329 US, Aman rasa Sumber Alam Semarang-Purwokerto via Purworejo, Nusantara patas Jogja Scania front engine, Ramayana patas Jogja bodi ventura ala karoseri anugrah, Sumber Alam Patas Cilacap bodi proteus, beberapa Safari Lux, Dian Surya Semarang-Purwokerto via Wonosobo.

Jam 3 lebih terlihat Jayut RN tanda-tanda akan memasuki jalur pemberangkatan. Segera saja aku geser menuju ke depan jalur pemberangkatan dan segera naik ke bus. Yang jelas harus duduk di hot seat😀

Setelah bus parkir segera saja aku naik bis. Berhubung pingin dapet view yang luas, kursi paling depan deret kiri pojok pun aku amankan. Setelah mengamankan kursi ku putuskan untuk ngadem saja di dalem bus karena cuaca di luar cukup panas. AC berhembus dengan cukup baik. Sebenarnya duduk di deretan kursi depan bus Jaya Utama ini ada kekurangannya, kaki kita akan mentok dengan sekat. Namun untuk kali ini masih aku tolerir, jarak kursi dengan sekat tidak terlalu mepet, kakiku masih punya sedikit “sela” untuk selonjor. Jaraknya lebih toleran dibanding saat aku naik Jaya Utama Patas bodi Galaxy Exl angkatan dari Surabaya jam 10 kurang seperempat saat aku pulang dari Jambore Nasional BMC di Malang bulan mei lalu. Selain itu seat yang digunakan kali ini adalah seat dari Hai Rimba Kencana model terbaru berbahan beludru yang cukup nyaman untuk diduduki.

Menit demi menit berlalu. Dan jam 15.39 Jayut RN yang aku tumpangi ini berangkat dari Terminal Terboyo. Penumpang masih sedikit di dalam, tak sampai 10 orang. Jaya Utama berjalan pelan keluar Terminal Terboyo dibawa oleh kondekturnya, sementara driver masih beristirahat di bangku belakang. Berhenti sejenak di bangjo keluar Terboyo, dan kemudian ngetem di depan Toyota Nasmoco Terboyo. Saat berhenti di bangjo Terboyo ini sempat berpapasan dengan Bus Nusantara Patas Jogja-Semarang Scania K124 blackpearl body buatan karoseri Nusantara Gemilang yang sedang menurunkan penumpang di pojok pertigaan jalan masuk ke Terminal Terboyo. Selanjutnya Jayut RN ini pun ngetem di depan Toyota Nasmoco sebelah timur pertigaan, karena memang gak mungkin juga kalo langsung bablas, penumpang tak nyampai 10, arep bayaran pira?😀

15.59 Jayut RN pun berangkat dari tempat ngetemnya, di depan Toyota Nasmoco Terboyo. Ngetem sekitar 15 menitan lumayan mendongkrak perolehan penumpang Jayut RN ini. Ku lirik ke belakang penumpang hampir penuh. Tapi bangku sebelahku masih kosong, belum ada yang menempati. Jayut RN berjalan dengan kecepatan yang sedang saja. Selain itu kondisi jalan yang padat dan ramai juga memberi andil dalam dipacunya Jayut RN ini. Dalam perjalanan stage Terboyo-Demak ini juga bareng dengan bus Pariwisata Mojorejo dan Pariwisata Tiara Mas livery Yakuza body Marcopolo AP. Kedua bus itu juga 11-12 dengan Jayut RN, sama-sama berjalan dengan kecepatan biasa saja karena memang keadaan lalu lintas sore itu memang padat.

16.03 Pertigaan Genuk, seorang perempuan muda naik dan kemudian duduk disebelahku. Sempat ku curi dengar saat dia telpon yang sepertinya dengan mamanya, ternyata dia nanti akan turun di Rembang.

16.15 Jayut RN masih berjalan dengan kecepatan biasa-biasa saja. Sampai daerah Sayung, lalu lintas sempat tersendat beberapa kali karena ada proyek pengecoran jalan dan kebetulan berbarengan dengan jam bubaran pabrik yang menambah keruwetan kondisi lalu lintas sore itu.

16.39 Jayut RN sampai pertigaan Lingkar Demak. Jayut RN berjalan lurus masuk kota tidak melewati jalur Lingkar. Sementara dua bus Pariwisata yang sempat bareng tadi mengambil jalur lingkar Demak tidak lewat Kota.

16.43 melintas Alun-Alun Demak yang dimana disebelah berdiri megah Masjid Agung Demak. Suasana alun-alun Demak sore itu cukup ramai, banyak orang yang jogging dan sekedar nongkrong menikmati sore. Lepas pasar Demak kondisi jalan sudah mulai lengang, sang driver bisa memacu Jayut RN dengan kecepatan yang lebih.

16.51 Lepas pertigaan lingkar Demak Jayut RN berhenti agak lama, menaikkan paket yang sepertinya adalah paket buah. Dua bus Pariwisata yang sempat berbarengan tadi, Mojorejo dan Tiara Mas livery Yakuza melewati Jayut RN saat berhenti menaikkan paket.

16.56 Melintas pertigaan Trengguli, dimana kalo belok kiri adalah arah menuju ke Jepara via Welahan. Dalam perjalanan antara Trengguli sampai Kudus ini perempuan muda yang duduk di sebelahku pindah ke bangku kondektur di depan.

17.11 melintas garasi PO Nusantara Karanganyar. Lagi, perjalanan tersendat karena ada pengaspalan dan perbaikan jalan di depan garasi PO Nusantara Karanganyar, dan juga pengecoran jalan di pertigaan Lingkar Kudus.

17.15 Pertigaan Lingkar Kudus, Jayut RN ambil kanan masuk Lingkar dan kemudian masuk Terminal Jati. Di terminal Jati banyak penumpang yang naik. Bangku sebelahku yang tadinya kosong kemudian terisi penumpang kembali. Yang mengisi kali ini seorang perempuan muda, mahasiswa (pake jaket almamater), sepertinya masih mahasiswa angkatan baru kalau dilihat dari wajahnya😀
Dia naik bersama bapaknya dan bapak si perempuan tadi duduk di kursi depan deret kanan. Kondisi terminal Jati sendiri masih sepi dari aktifitas pemberangkatan bus-bus malam bertujuan Jakarta ataupun Bandung. Di parkiran baru ada sekitar 8 Nusantara divisi CN (jumlah persisnya lupa), Nusantara livery biru metalik divisi HS HS 230, dan juga beberapa Handoyo.
Setelah berhenti menaikkan penumpang di dalam Terminal, Jayut RN berangkat kembali. Sempat berhenti sebentar di pintu keluar untuk menaikkan penumpang. Sementara itu di jalur berlawanan atau arah dari timur terlihat antrian kendaraan yang cukup panjang, imbas dari pengecoran jalan di pertigaan tadi.

17.32 Arus lalu lintas di jalan lingkar Kudus sore ini terbilang lancer sampai akhirnya ketemu kemacetan lagi di Ngembal. Ekor antrian kemacetan hingga sebelum garasi PO Haryanto, Ngembal.

17.40 Jayut RN bisa lepas dari kemacetan. Kemacetan karena efek lampu lalu lintas di pertigaan lingkar Ngembal yang nyala lampu hijaunya tidak lama dan juga arus kendaraan sore itu yang memang terbilang padat.
Lepas lingkar kudus hari mulai beranjak gelap. Jayut RN mulai berpapasan dengan bus lintas Surabaya-Semarang seperti Indonesia & Jaya Utama bumel, Sinar Mandiri Mulia Patas & Bumel serta berbagai bus malam arah Jakarta-Bandung, diantaranya rombongan Handoyo, rombongan Pahala Kencana, rombongan Haryanto HR 114 118 116 43 91 99 58 dll, rombongan Bejeu L5 dll, Bandrex Bandung-Lasem, rombongan Madu Kismo, rombongan Budi Jaya, Nusantara, rombongan Zentrum MK TZ 35 dll. Kali ini kecepatan Jayut RN dimaksimalkan lagi. Suspense dari Jayut RN ini sangat empuk sekali jika dibandingkan dengan suspense dari chasis hino RK8. Saking empuknya aku bahkan sempat merem sebentar.

17.58 melintas pabrik kacang Dua Kelinci. Sedikit tersendat jelang pertigaan lingkar. Jayut RN pun mengambil jalur bahu jalan yang sedikit bergelombang, dan aku yang duduk di dalamnya pun masih cukup nyaman. Suspense hino RN ini cukup mantab. Jayut RN sama sekali tidak limbung.

18.01 pertigaan lingkar Pati, Jayut RN masuk kota
18.09 Halte Puri, seorang penumpang turun.
18.16 melintas pabrik kacang Garuda

18.19 lepas pertigaan lingkar Pati, Jayut RN dipacu lebih mosak-masik lagi. Benar-benar mantab. Meski dalam mengurut kecepatan dari bawah tarikannya tidak seenteng hino RK8, namun kalau sudah mencapai kecepatan tinggi Jayut RN ini sangat mantab. Suspensinya juga juara.

18.29 Alun-alun Juwana
18.42 Batangan
18.44 Kaliori
19.00 simpang DPRD Rembang

19.01 sampai terminal Rembang, yang juga berseberangan dengan alun-alun Rembang, beberapa penumpang turun termasuk seorang perempuan yang sempat duduk bersebelahan denganku tadi. Ternyata saat perempuan itu turun sudah dijemput sepertinya oleh keluarganya dengan mobil city car warna putih.

19.16 Jayut RN sampai di bangjo Lasem. Lepas Lasem arus lalu lintas sempat tersendat karena ada pengecoran jalan. Lepas Lasem ini juga Jayut RN mulai berpapasan dengan bus dari Madura, Malang, dan lain-lain bertujuan Jakarta/Bandung seperti Pahala Kencana, Kramat Djati, Haryanto, Lorena, dan sempat berpapasan dengan Harapan Kita bertujuan Cirebon+patas Nusantara jurusan Surabaya-Semarang. Lalu lintas yang tadinya sepi ini mulai padat kembali. Entah berapa jumlah truk bertonase besar yang kali ini memadati jalan semenjak dari Lasem, yang jelas takterhitung jumlahnya karena saking banyaknya. Beberapa kali juga Jayut RN harus sabar dengan menguntit di belakang gerombolan truk, saat arus dari arah beralawanan juga padat.

19.31 melintas PLTU Sluke. Ibaratnya PLTU Sluke ini adalah PLTU versi mininya PLTU Paiton di Pantura timur Jawa Timur sana. Meski kecil, lampu-lampu yang menyala terang itu cukup sedap dipandang.

19.50 Indonesia ekonomi berhasil diblong Jayut RN yang kutumpangi di daerah Kragan.

20.00 melintas Rumah Makan Mitra, ada beberapa bus parkir. Namun ku tak bisa mendapati identitasnya karena kebetulan bus melaju dengan cepat saat melintas depan rumah makan.

20.06 Sarang
20.09 Gapura perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur

20.10 Jayut RN melintas Rumah Makan Wahyu Utama, terlihat Surya Bali sedang istirahat makan

20.13 pertigaan Bulu, rombongan sebuah keluarga turun. Perempuan mahasiswa yang naik bareng bapaknya yang tadi duduk disebelahku pindah mengisi bangku kosong yang ditinggalkan oleh rombongan keluarga tadi.
Entah rejeki atau bukan. Kali ini bangku disebelahku kosong. Sementara dua perempuan tadi sempat duduk bersebelahan denganku, namun kemudian mereka memilih pindah bangku.

20.15 Pelabuhan Ikan Bulu
20.24 Bancar

20.34 Jayut RN melintas Pasar Tambakboyo. Perjalanan menjemukan mulai hinggap dalam diriku. Rumah Makan Rasa Utama Jenu masih jauh+ditambah tak menentunya kondisi kepadatan jalan membuat perjalanan terasa sangat lama bagiku. Perut juga sudah minta diisi asupan makanan, apalagi aku terakhir makan sudah dari siang tadi jam 11 saat di Solo.

20.43 Melintas area pabrik Semen Holcim
20.44 Melintas area pabrik Semen Gresik

20.55 Yang kukhawatirkan datang juga. Arus tersendat kembali karena ada perbaikan jalan mulai alas Jenu. Saat arus lalu lintas dari depan kosong Jayut RN sempat beberapa kali ngeblong antrian kendaraan.

21.07 Jayut RN akhirnya mendarat di Rumah Makan Rasa Utama Jenu. Tiba di rumah makan berbarengan dengan 2 Patas Jaya Utama grup lain yang sedang istirahat juga, 1 patas Indonesia bodi scorpion king jurusan ke Jepara, dan 1 patas Jaya Utama bodi galaxy Exl jurusan ke Semarang.
Aku jadi penumpang pertama yang turun dari Jayut RN. Langsung masuk rumah makan dan menukarkan kupon makan dengan seporsi nasi rawon_segelas teh hangat.

21.32 Jayut RN berangkat dari Rumah Makan Rasa Utama setelah selesai istirahat servis makan. Sementara 2 armada patas tadi sudah berangkat duluan. Keluar rumah makan Jayut RN langsung dihadang kemacetan pengecoran jalan. Kali ini driver masih nyantai dalam membawa armada Jayut RN ini

21.46 melintas depan Terminal Tuban
21.47 melintas Rumah Makan Pangestune
21.48 melintas Rumah Makan Taman sari, beberapa bus terlihat sedang beristirahat untuk servis makan seperti Lorena dll.

21.52 Jayut RN melintas pinggir pantai Kota Tuban. Suasana pinggir pantai cukup ramai pengunjung, banyak orang yang menghabiskan malam kali ini. Lagi Jayut RN masih dalam style nyantai karena kondisi jalan di pinggir pantai yang cukup ramai.

21.57 Alun-alun Tuban, seorang penumpang perempuan berdandan menyolok naik dan duduk di bangku codriver.

21.58 lepas Alun-alun Tuban terlihat Indonesia ekonomi yang tadi sempat diblong di Kragan, Jaya Utama bodi max ekonomi, Sinar Mandiri Mulia ATB bodi Marcopolo sedang parkir di kiri jalan arah timur. Sang kru sedang beristirahat makan sepertinya. Dulu sekitar tahun 2011 pas naik Sinar Mandiri Mulia “Tmblok” ekonomi angkatan Terboyo jam setengah 10 malam juga sempat berhenti disini, karena aku saat itu ngantuk berat aku tidak turun dan melanjutkan tidur di dalam bus.
Sepertinya naiknya perempuan tadi membuat efek busku dijalankan dengan style masih nyantai. Sempat beberapa kali obrolan lantang mereka terdengar sampai ke kabin penumpang. Beberapa kesempatan pula saat jalan sepi busku dijalankan masih dengan style nyantai.

22.16 melintas Pakah

22.38 Jembatan Bengawan Solo, Babat. Beberapa penumpang yang turun disini langsung digantikan oleh penumpang yang naik. Dua orang yang sepertinya control juga ikut naik.

22.40 bangjo Babat, terlihat beberapa calon penumpang sedang menunggu bus ke arah Surabaya. Kondektur sempat menawari mereka untuk naik, namun mereka tak bergeming.

22.51 Pucuk, perempuan mahasiswa yang naik bersama bapaknya tadi turun disini. Kontrol yang tadi naik dari Babat juga ikut turun.

22.57 Sukodadi
23.10 Stadion Surajaya Lamongan

23.28 Jayut RN ngepom di sebuah SPBU jelang Bunder Gresik. Aku gunakan kesempatan ini untuk turun dari bus guna mencari udara segar dan buang air kecil di toilet. Hanya aku saja penumpang yang turun, yang lain masih stay di bus.

23.40 Jayut RN melintas pertigaan Bunder Gresik. Lepas Bunder, seorang penumpang yang tadi naik dari Babat turun di sebuah SPBU.

23.44 Jayut RN pun masuk Gerbang Tol Kebomas. Di tol masih dengan style nyantainya.

23.56 Gerbang Tol Tandes Barat. Jayut RN sempat menepi sebentar. Kondektur setoran dulu ke seorang yang nampaknya dari manajemen Jaya Utama. Orang itu juga memberikan karcis baru ke kondektur. Sepertinya cara ini cukup efektif, kondektur tinggal setoran sebentar dan bus menginap di terminal Bungurasih daripada bus harus bolak-balik Bungurasih-garasi Kalianak

00.01 melintas Gerbang Tol Dupak 3, sempat tersendat sebentar karena ada perbaikan jalan.

00.14 Jayut RN keluar tol melalui Gerbang Tol Waru. Beberapa penumpang mulai turun.

00.19 Jayut RN mendarat di terminal Bungurasih. Beberapa orang menawarkan jasanya pada penumpang yang baru saja turun dari Jayut RN, ojek, taksi, bahkan ada yang menawarkan tujuan Bali. (memang ada bus ke Bali yang berangkat malam-malam begini?)
Keluar bus kemudian kuberjalan agak dengan langkah panjang-panjang menuju tujuanku berikutnya. Hanya satu kata saja yang kulontarkan kepada orang-oang tadi. Malang. Seketika itu juga mereka menjauhiku, padahal bukan itu tujuanku.

Kesan
– overall nyantai, gak ngoyo (gak ngeblong, biasa-biasa saja)
– suspensi hino RN285 enak, lebih empuk dibanding suspense Hino RK8
– seat Hai Rimba Kencana model terbaru, nyaman
– porsi nasi Rawonnya dikit banget dibanding fasilitas makan gratis menu nasi Rawon PO Eka yang disajikan di RM Duta
– bodi scorpion X gak gemlodak, bagasi atas sudah menggunakan tutup
– untuk toilet gak ngecek
– bagian sekat depan bagian bawah ditambahi ditutup selotip hitam menjadikan pandangan ke depan menjadi tambah terbatas
– 9 baris deret kiri, yang punya kaki panjang hindari kursi paling depan, bakalan pegel karena mentok sekat


6 Comments

Fenomena Foto-Foto Bus

Seorang bocah datang mendekat ke pintu driver dan berbicara ke pak driver yang duduk di singgasananya. “Om, nanti pas bisnya jalan nyalain lampu dim ya om?”, demikian salah satu perkataan seorang “bismania” yang kala itu lagi asik menjadi ala fotografer dan bus-bus yang ada di terminal adalah objek bidikannya. Aku pun hanya geleng-geleng kepala, demikian juga pak driver. Kebetulan waktu itu aku pas hendak pulang dari ibukota dengan bus Haryanto dari terminal Pinang Ranti dan duduk di kursi CD (kursi TL, kursi samping driver), sehingga aku tau persis kejadian itu dan apa yang dia katakan.

Duh, kok gini-gini amat ya kalo moto bus. Kayaknya di tempatku gak ada deh hal-hal kayak gini (baca: Purworejo&Surakarta). Ya aku sih pernah moto bus yang jalan dan dapat dim pula (foto Maju Lancar seri A salah satunya, beberapa dulur yang aku tandai pasti tau foto itu). Tapi aku gak pernah sekalipun ngemis-ngemis dim ala bocah di terminal tadi, ngasih jempol kalo sudah dapet fotonya, ataupun lambai-lambai tangan ala gerombolan bocah yang hunting di pinggir tol seperti di foto-foto yang banyak beredar di facebook atau twitter.

Entah mulai kapan budaya (budaya moto bis dapet dim) ini mulai mewabah di kalangan bismania, eh “fotografer bismania”. Menurutku bismania ataupun “fotografer bismania” beda loh ya, bismania itu ya suka segala hal tentang bus. Nah kalo “fotografer bismania” itu menurutku suka busnya, tapi cuma foto-foto doang kegiatannya, naik bus pun wallahualam lah.

Yuk BTT, apa sih sebenarnya sensasi moto bus kalo dapet dim itu? Apa rasanya kayak abis nembak cewek terus diterima ya? Apa rasanya kayak pas abis ujian skripsi? Apa rasanya kayak lulus ujian nasional? Kok sampe-sampe ada yang ngemis dim, kadang ngemis klakson juga, entah klakson tolelot, apa klakson preeeng yang mereka pengen.

Eh ada lagi sih yang menurutku hal-hal menyimpang kayak moto bus di bahu jalan tol, pada gak sayang sama nyawa kali ya? Entar kalo ada bus banter sedunia lewat bahu tol gimana coba? Terus ada lagi foto-foto bus di flyover. Di flyover kan gak ada trotoar, lha kok pada moto bus? Iya sih busnya pada berhenti, tapi kan yang nggunain flyover gak cuma bus,, ada truk, mobil pribadi, sepeda motor. Apa gak ada tempat lain gitu ya buat moto bus?

Nah yang berikutnya adalagi kelakuan menyimpang ala “fotografer bismania”. Ndlosor. Ngapain sih pake ndlosor segala? Biar bisa dapetin foto low angle gitu ya? Pernah ada kejadian, tempatnya aku rada lupa, di salah satu terminal di ibukota. Ada anak yang lagi hunting ceritanya hamper kelindes bus yang lagi atret (bahasa kerennya apa ya? Mundur?) nah untung aja orang-orang di terminal neriakin. Kalo gak ya wallahualam lagi lah.

Ya aku nulis gini sih sebagai bentuk keprihatinan aja lah ya? Boleh lah moto-moto bus, tapi ya tetep ngutamain safety lah. Kasian orang tua yang udah beliin kamera atau telepon genggam yang ada kameranya, kasian juga kalo ada kejadian sebuah bus nabrak bocah yang lagi hunting terminal. Gak lucu juga kan kalo nanti kejadian itu masuk surat kabar dan tertulis headline gini “Bus Tabrak Bocah Bongsor Yang Lagi Ndlosor”.

Yuk ah, kita sebagai bismania yang punya hobi njepret berperilaku sewajarnya saja dalam njepret bus. Jangan malu-maluin diri kalian sendiri dan juga diri kalian sebagai bismania.


Leave a comment

Budiman Super Eksekutif MB 1836 0500R BT04

sedikit catatan naik BUDIMAN 0500R hari minggu 9 feb 2014
(waktu disini adalah menurut waktu di handphoneku, lebih 15 menit dari waktu standar GMT)

Budiman BT 04

Budiman BT 04

11.35 budiman 0500r BT 04 take off Kampung Rambutan
12.00 masuk GT pasar rebo
12.08 diblong doa ibu D98 sidareja-kampung rambutan exit jatiwarna
12.09 blong mayasari P9BT Kampung Rambutan-Bekasi Timur @ KM 39 tol JORR
kejar”an dengan doa ibu D98 sidareja-kampung rambutan
12.14 blong doa ibu D98 sidareja-kampung rambutan
agra mas karawang-bogor @ tol jakarta-cikampek
12.22 rest area km 19
12.26 blong Kramat Djati kosongan lepas exit cibitung
12.27 blong sari harum
12.28 GT Cikarang utama
12.36 blong sari harum bandung-prabumulih (pecah kaca samping kanan)
12.36 rest area km 39, kontrol
lepas km 42 hr 71 storing kiri jalan arah cikampek
12.50 diblong aneka jaya AE 7073 UX proteus @ exit karawang timur
12.53 rest area km 57
12.56 rest area km 62 hr (livery mirip HR 76) storimg
12.58 masuk tol purbaleunyi dewi sri storing kiri jalan arah cikampek
13.12 blong primajasa bandara soekarno hatta-bandung km 86
13.18 blong MGI Bdg-bogor km 94
13.19 blong sari harum pecah kaca km 96
13.21 blong sari harum km 99,
@ Km 100 blong Laju Prima SR1 bandung-merak & primajasa bandung-cikarang
13.36 padalarang km 121
13.49 blong damri dipati ukur-jatinangor km 143 buahbatu
13.55 blong parung indah parwis km 150
13.59 exit GT Cileunyi, menurunkan beberapa penumpang
14.00 blong primajasa bandung-bekasi
@ rancaekek SA 1449 GL nucleus storing kiri jalan arah Jateng
14.06 blong parung indah parwis
14.28 palang kereta pamucatan nagreg
pas ditanjakan nagrek Rosin 293 storing arah jakarta
14.48 masuk RM Pananjung 1, Limbangan
15.15 take off RM pananjung 1
15.37 Kersamanah
lepas Kersamanah kress Satria Muda Scania K360
15.40 Lewo
15.45 melintas RM Rahayu 2, Doa Ibu D98 Sidareja-Kampung Rambutan istirahat
15.51 Malangbong
15.58 blong sekaligus Budiman Bandung-Karangpucung, Budiman DL 142 Tasik-Cimahi
16.00 Lalin tersendat, pamer susu (padat merayap susul menyusul)
blong primajasa tasik-bekasi lepas perbatasan kab garut-kab tasikmalaya
16.07 jalan baru Gentong,
arus kendaraan dari tasik macet panjang
sebuah SA storing kiri jalan arah jateng
16.14 melintas SPBU Gentong (tempat biasa budiman kontrol)
16.18 Pamoyanan
16.23 Ciawi
16.39 Simpang Rajapolah
16.55 melintas Terminal Indihiang, Tasikmalaya
17.06 Finish Pool Budiman

Tiket Budiman Sper Eksekutif

Tiket Budiman Sper Eksekutif

kesimpulan:
armada joss, tanjakan, tikungan dilibas dengan enteng, gak ada asongan yang boleh masuk di kampung rambutan
minus leg rest mentok, menaikkan sarkawi di rest area km 39 (turun cileunyi)


Leave a comment

Catatan singkat perjalanan Purworejo-Jogja-Solo, “BANYAK KRES”

Dua hari di rumah, mesti balik Solo lagi, malamnya ada kondangan+agenda lain menanti

13.15
sampai depan terminal, nyegat bus di depan Terminal Purworejo

13.20
naik Mulyo, duduk depan, dan ternyata pake engine Mitsubishi

13.25
Kres Efisiensi Jogja-Purwokerto jam 11.45 Jogja

13.30
Ngetem @ Donbosco, disela-sela ngetem diasapi Efisisiensi Jogja-Purwokerto jam 10.00 Purwokerto, Budiman 3E86
Dari arah Jogja kress Efi Jogja-Cilacap jam 12.00 Jogja, Mulyo “Nirwana”

13.40
Lepas Donbosco

13.45
@ Bangjo Pendowo, kres Bhinneka parwis, Damri

13.47
@ Jembatan Kali Bogowonto, kres Efisiensi Jogja-Purwokerto jam 12.15 Jogja

13.49
@ Pasar Krendetan, kres Aman “Karona”

13.51
@ Bapangsari, kres Agam Lingga Jaya parwis

13.53
@ jembatan sepur Wojo, kres Bhinneka sr1 parwis, Budiman 3E86 tadi tersusul, dan hanya dikuntit saja

13.54
Kres Karya Jasa Medium

13.55
@ depan Stasiun Wojo, kres Famili Raya Ceria, Mulyo livery Sumber Alam

13.57
Melintas perbatasan provinsi Jateng-DIY, masih menguntit Budiman 3E86

13.58
@ depan Pom Bensin Jangkaran, kres Sinar Jaya Jogja-Merak kode xx (gak tau)

14.00
Melintas Temon

14.01
@ Puskesmas Temon, ketemu proyek pelebaran jalan, kres Tetap Merdeka

14.02
@ Pertigaan Pantai Glagah, kres Efisiensi Jogja-Cilacap jam 13.00 Jogja, Murni Jaya E55 New Travego Jogja-Merak

14.05
@ Pasar Siluwoh, blong Budiman 3E86 yang menurunkan menumpang

14.06
@ Pom Bensin, ketemu proyek pelebaran jalan lagi, kres Murni Jaya all new legacy SR1 livery angkutan pemadu moda bandara, Sinar Jaya 66RA Jogja-Lampung, Karunia parwis

14.07
@ Jembatan Timbang Toyan, kres Nabila Trans parwis

14.08
@ Bangjo pertigaan Toyan, kres Metropolitan parwis, Aman, Safari Dharma Raya Grand Tourismo warna hijau parwis, Metropolitan medium parwis

14 .13
@ Jelang Tikungan dekat Masjid Agung Wates, kres Efisiensi Jogja-Purwokerto jam 13.15 Jogja

14.14
Masuk Terminal Wates, ketemu Sinar Jaya 68RA, 2 Murni Jaya Discovery Exx, 1 Murni Jaya all new legacy SR1 livery angkutan pemadu moda bandara.
Disaat sesudah keluar terminal+naikin penumpang diblong Budiman 3E86 dan kres Mulyo “Casablanca”

14.15
@ Perempatan Karangnongko blong lagi Budiman 3E86 yang menurunkan penumpang, kres Sinar Jaya 14RB

14.16
lepas perempatan Karangnongko kres Murni Jaya E69 Depok 1, Murni Jaya E63, Sinar Jaya 42AC, Murni Jaya E44

14.17
Melintas Balai Besar Veteran, kres Murni Jaya all new legacy SR1 livery angkutan pemadu moda bandara, Dahlia Indah “Kanaya” Tulungagung-Nganjuk-Solo-Jogja-Purwokerto

14.20
lepas Polres Kulon Progo, kres Damri Jogja-Balaraja, Nabilah Trans parwis, Tetap Merdeka

14.21
@ Bangjo Milir, kres Efisiensi Jogja-Cilacap jam 13.30 Jogja

14.22
lepas Bangjo Milir, kres Murni Jaya E89, Sinar Jaya Langgeng Utama

14.23
@ Pertigaan Kenteng, kres Murni Jaya all new legacy SR1 livery angkutan pemadu moda bandara

14.24
lepas Pom Bensin Kenteng, kres parwis putih PO xx

14.26
@ Pertigaan Duduan, kres Utama Jogja-Cilacap

14.27
@ Sentolo, kres Murni Jaya E79, Murni Jaya E77

14.28
lepas Sentolo kres, Efisiensi Jogja-Purwokerto jam 13.45 Jogja

14.29
melintas pertigaan Ngeplang

14.31
@ Jembatan kali Progo, kres Mulyo “Milan”, Murni Jaya Exx, Murni Jaya E75

14.34
@ Jembatan kali menjelang perempatan Sedayu, kres Puspa Jaya, Utama Putra Jogja-Cilacap

14.35
melintas perempatan Sedayu, kres SPA Trans parwis, Marissa Holiday jetbus, Efisiensi Jogja-Cilacap jam 14.00 Jogja
Aman “Tamia” storing @ selatan jalan arah Wates

14.37
melintas Bangjo Pedes, kres Sinar Jaya 18WX

14.39
@ depan dipo pertamina Rewulu, kres Mulyo” wis tau”, Sumber Alam SR1 plang parwis, Sumber Alam Non AC Jogja-Cimanggis

14.41
@ Balecatur, kres Citra Adi Lancar Jogja- Cirebon

14.42
@ Agen Efisiensi Gamping, kres Sumber Alam “Bintang“ 1701CC
Efisiensi Jogja-Purwokerto jam 14.15 Jogja ngetem @ agen

14.44
@ depan RS PKU, kres Tetap Merdeka, Sumber Alam Jogja-Lebakbulus-Pondokcabe, Murni Jaya E45

14.46
@ Sampai Pasar Gamping nurunin penumpang
kres Murni Jaya E53, Murni Jaya E68
Aman ngetem @ Pasar Gamping

14.47
Masuk Ringroad
Pertigaan ringroad Gamping-Bangjo Kasihan kres Handoyo seri D Balaraja-Wonosari, Mustika, Efisiensi Jogja-Cilacap jam 14.30 Jogja, Murni Jaya new travego Exx, Sumber Alam non AC, Sumber Alam “Poris”

14.49
melintas Bangjo Kasihan
bangjo Kasihan-Bangjo Madukismo kres Blue Star, Sumber Alam tourista, Antar Lintas Sumatera, Sinar Jaya 01RA, Sumber Alam “Petra” non AC Jogja-Pasar Minggu, Sumber Alam discovery “Denok”,Sumber Alam sr1, Sumber Waras, 2 Sumber Alam non ac

14 .52
melintas Bangjo Madukismo
Bangjo Madukismo-Bangjo Dongkelan kres Edy transport parwis, Ramayana bumel Jogja-Semarang, Kramat Djati setra Klaten-Jogja-Magelang-Jakarta, Handoyo evobus, Tetap Merdeka, Efisiensi Jogja-Purwokerto jam 14.15 Jogja, Sumber Alam “crocodile” non AC, Sumber Alam non ac Jogja-Tanjung Priok

14.54
melintas Bangjo Dongkelan
Bangjo Dongkelan-Bangjo Parangtritis kres Sumber Alam old legacy 1521AL, Ikha Jaya bumel Jogja-Semarang, PO xx parwis pecah kaca, 2 Cipaganti, PO xx eks Efisiensi ungu, Sumber Alam non AC

14.58
melintas Bangjo Parangtritis, kres Maju Lancar seri V, Ramayana seri E1 Ventura, Cipaganti, SAE parwis, PO xx parwis

15.00
melintas Bangjo Imogiri Barat, kres Sumber Waras,Riyan transport marco parwis, 2 PO xx parwis, Efisiensi Jogja-Cilacap jam 15.00 Jogja.
Bangjo Imogiri Barat-Bangjo Giwangan kres 2 Karya Jasa non AC , Ramayana seri H, Santoso seri H, Handoyo setra, Mustika, Santoso entah seri V1 atau V2, Teguh Muda parwis, Sumber Alam “Bening”, Pahala Kencana evonext, Mulyo

15.04
finish Terminal Giwangan

15.20
start Jogja-Solo bareng Sugeng Rahayu W 7575 UY, duduk kursi deret kiri depan pintu belakang. Sementara Sumber Selamat W 7086 UZ menanti jatah berangkat setelah Sugeng Rahayu W 7575 UY berangkat&Parkiran patas diisi Eka Cepat S 7299 US Marcopolo Hino RK8
Jogja-Solo skip, banyak tidurnya. Jalanan padat+macet di beberapa titik, salah satunya di pertigaan Ringroad Maguwo

17.15
finish Kerten

17.16
naik BST koridor 2 Kartosuro-Palur via Stasiun Solo Balapan
Sempat dioper ke BST koridor yang sama yang jalan di depannya @ Bunderan Monumen Pers

17.50
finish Halte Rumah Sakit Moewardi