Cerita Fajar Senja

dari fajar untuk senja


Leave a comment

Daftar Agen Bus&Telepon Agen Terminal Cicaheum, Bandung

Berikut adalah daftar agen bus beserta nomer teleponnya yang ada di Terminal Cicaheum, Bandung.

NUSANTARA

RAJAWALI

MANDALA, 27 TRANS

BUDIMAN, EKA

MAJU LANCAR, SAHAALAH

NEW SHANTIKA, KYM TRANS

HIBA PUTRA

GUNUNG HARTA

BANDUNG EXPRESS

SINAR JAYA, SUGENG RAHAYU

PAHALA KENCANA

HARYANTO, HARAPAN JAYA

Semoga info ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Advertisement


Leave a comment

Mie Ayam Bogor

Beberapa waktu yang lalu aku sempat tinggal menemani dinas istri di Bogor kurang lebih selama 1 bulan. Selama 1 bulan itu, aku sempat beberapa kali hunting kuliner favorit, Mie Ayam. Mie Ayam yang aku sempat coba itu antara lain:

Mie Ayam Gang Ambi
Lokasinya ada di Jl. Merdeka Gg.Ambi II, RT.04/RW.01, Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16114, https://maps.app.goo.gl/LgiUs738J2mUF4qE6.
Mie Ayam disini bertipe gurih asin. Mienya menggunakan mie tipis, gepeng-gepeng. Tak lupa juga pesan dengan tambahan Bakso dan Pangsit Rebus. Overall cukup puas dengan mie ayam ini, cuma minusnya agak keasinan sedikit menurutku. Mienya dimasak pas. Pangsit Rebus, Baksonya oke. Kuah pisahnya pun segar, ada taburan lada bubuknya juga. Oya, disini kalo pesan Mie Ayam Pangsit saja, nanti akan mendapatkan semangkuk mie dengan taburan ayam dan pangsit rebus tanpa ada tambahan kuah pisah. Jika pesan dengan ada tambahan bakso, sudah pasti akan mendapatkan tambahan kuah pisah dalam semangkuk kecil yang berisi bakso.

Mie Ayam Pangsit Bakso Gang Ambi
Daftar Menu dan Harga Mie Ayam Gang Ambi

Mie Ayam Bakso Herman
Lokasinya ada di belakang Kawasan Pasar Anyar Bogor, RT.01/RW.04, Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16124, https://maps.app.goo.gl/MCPRm8DnM4MWw8xt6.
Disini aku pesan Mie Ayam Bakso Pangsit. Dalam seporsi Mie Ayam Pangsit ini, aku mendapatkan berupa semangkuk Mie dengan taburan ayamnya. Kemudian semangkuk kecil pangsit goreng, dan semangkuk pangsit rebus+bakso beserta kuah pisahnya. Mie disini menggunakan tipe mie kecil. Rasa mie ayam disini gurih, asin dan ada manisnya. Kuah pisahnya gurih, segar. Bakso dan pangsitnya oke. Namun disini minusnya adalah, mienya over cooked saat aku mencobanya.

Mie Ayam Bakso Pangsit Herman
Daftar Menu dan Harga Mie Ayam Bakso Herman

Mie Ayam Baso&Martabak AA
Lokasi yang aku datangi berada di Jl. A. Yani No.5, RT.05/RW.05, Cibuluh, Kec. Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat 16151, https://maps.app.goo.gl/RxKhVvtXB9inw4oD7. Selain di alamat tersebut, ada beberapa cabang lain di lokasi yang berbeda di Bogor.
Sebelumnya aku sempat makan mie ini, namun dibungkuskan oleh istriku. Akupun mencoba untuk yang kedua kalinya dengan “ngiras” langsung ke lokasi. Mie ayam disini bertipe gurih asin. Mienya menggunakan mie halus. Menu Mie Pangsit disini yang uwow adalah Pangsit Rebusnya. Dalam 1 porsi, terdapat beberapa potong Pangsit Rebus yang tentunya bikin mengenyangkan perut.

Mie Ayam+Pangsit
Daftar Menu dan Harga Mie Ayam Baso&Martabak AA

Mie Ayam Ojo Dumeh “Mas Endhut”
Lokasinya berada di Jl. Raya Pajajaran, RT.03/RW.13, Bantarjati, Kec. Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat 16138 samping Bank BTPN, https://maps.app.goo.gl/7f7VY6qLdxDvtroa8.
Disini aku memesan menu Mie Ayam Pangsit. Dalam seporsi Mie Ayam Pangsit disini, kita akan mendapatkan berupa semangkuk mie dengan taburan ayam dengan tambahan pangsit rebus di atasnya. Seperti Mie Ayam Gang Ambi, disini juga tidak disajikan dengan kuah pisah. Namun disini bisa request minta tambahan kuah pisah.
Mie ayam disini menggunakan mie kecil pipih. Rasa mie ayamnya gurih, asin dan agak sedikit manis dari ayam kecapnya. Pangsit rebusnya oke. Kuah pisah disini bercita rasa gurih asin dan manis dari tambahan kuah ayam kecap yang ditambahkan ke kuah pisahnya. Harga untuk seporsi Mie Ayam Pangsit disini adalah Rp 13.000
Mie Ayam Ojo Dumeh “Mas Endhut” ini bisa dibilang paling favorit dibanding mie ayam yang sudah aku sebut di atas. Dengan harga yang cukup terjangkau, mie ayam disini paling masuk menurut seleraku.
Oya, di samping warung juga ada penjual es doger, harganya Rp 8.000 saja.

Mie Ayam Pangsit Ojo Dumeh “Mas Endhut”
Es Doger samping mie ayam


Leave a comment

Pengalaman Pertama Bersama Rosalia Lantai Dua

Bagi pengguna transportasi bus, siapa sih yang tak kenal dengan PO Rosalia Indah? Rosalia Indah adalah PO asal Karanganyar, Jawa Tengah yang melayani berbagai macam jurusan dari Palembang, Sumatera Selatan, hingga sampai Jember, Jawa Timur. Baru-baru ini PO Rosalia Indah mendapatkan predikat dari Museum Rekor Indonesia sebagai perusahaan otobus AKAP yang memiliki armada bus double decker terbanyak dengan pelayanan pramugara/pramugari.

Penghargaan MURI

Sebenarnya di Indonesia, tak cuma Rosalia Indah saja yang mempunyai armada double decker (bus dengan 2 lantai, atau lebih tenarnya dengan bus tingkat). Ada juga PO lain seperti, Agra Mas, Putera Mulya, Safari Dharma Raya, Harapan Jaya, Garuda Mas, Nusantara, Lorena Karina, Gunung Harta Solutions, Agung Sejati, Murni Jaya, Sinar Jaya yang beroperasi di Pulau Jawa. Atau juga PO lain di luar pulau Jawa seperti, Sempati Star, Primadona, Borlindo, Metro Permai. Tapi dari PO yang aku sebutin tadi, armadanya tak ada yang bisa melebihi jumlah armada double decker yang dimiliki Rosalia Indah, yaitu sejumlah 21 unit armada. Armada double decker yang dimiliki Rosalia Indah ini melayani berbagai jurusan antara lain, Malang-Tajur, Malang-Bitung, Jember-Bitung, Blitar-Ciputat, Blitar-Bitung, Ponorogo-Cileungsi, Madiun-Bitung, Karanganyar-Ciputat, Klaten-Jogja-Ciputat, dan Klaten-Jogja-Merak.

Sudah lama rasanya aku tak menggunakan jasa PO Rosalia Indah sebagai pengantarku bepergian. Terakhir kali naik PO ini adalah di bulan juni, 2016 yang kala itu naik armada kelas eksekutifnya dari Solo menuju Pasar Rebo, Jakarta. Berawal dari aku mendapatkan SMS dari Rosalia Indah dimana aku mendapatkan diskon 50% cuma-cuma, sangat sayang jika tidak aku gunakan kesempatan ini. Selain itu juga, kesempatan itu didapatkan berbarengan dengan adanya rencana berpergian ke Jakarta di akhir bulan januari kemarin. Ya sudah akhirnya aku putuskan Rosalia Indah yang akan kujadikan armada pengantarku menuju Jakarta kali ini. Tanpa basa-basi, pilihan langsung kujatuhkan untuk menaiki armada double deckernya. Embel-embel PO terbanyak yang mempunyai armada double decker beserta pelayanan yang dikenal bagus tentu sangat sayang untuk dilewatkan kali ini.

SMS diskon 50%

H-1
Sehari sebelum keberangkatan, aku datang langsung menuju Kantor Pusat Rosalia Indah, Ngringo, Karanganyar untuk memesan tiket. Sebenarnya untuk memesan tiket Rosalia Indah ini, bisa juga melalui websitenya Rosalia Indah, atau melalui aplikasi Rosalia Indah.

Aplikasi Rosalia Indah

Tetapi karena diskon 50% yang diberikan kepadaku diharuskan untuk memesan tiket melalui agen, maka dari itu aku memesan tiket kali ini dengan datang langsung ke loket. Sesampainya di loket, aku langsung utarakan maksudku dan tak lupa juga menunjukkan SMS tadi ke petugas loket. Akhirnya sebuah tiket Rosalia Indah dengan kelas eksekutif plus double decker keberangkatan esok hari berhasil aku amankan dengan mudah. Karena aku mendapatkan diskon 50%, aku cuma membayar sebesar Rp 132.500 saja, dari tarif normal Rp 265.000. Kali ini aku mendapatkan nomer seat 1B untuk perjalanan dari Kantor Pusat Rosalia Indah menuju Lebak Bulus, Jakarta.

Tiket Rosalia Indah

Hari H
Jam setengah 6 sore dengan diwarnai gerimis hujan, aku tiba di Kantor Pusat Rosalia Indah untuk memulai perjalanan. Sampai kantor, taklupa untuk laporan dulu ke bagian cek in yang ada di dekat ruang tunggu penumpang. Kali ini aku mendapatkan armada Rosalia Indah dengan nomor lambung SDD 163. Berdasarkan referensi yang aku dapat sebelumnya, kali ini aku akan menaiki armada double decker dengan bodi Jetbus 3+ buatan Karoseri adiputro Malang yang dipadu dengan sasis Volvo dengan seri B11R 430HP. Sebuah pengalaman pertamaku naik Rosalia Indah double decker, pertama kalinya juga aku menaiki bus double decker dengan chasis Volvo yang terkenal dengan kenyamanannya. FYI, di armada double deckernya ini, Rosalia Indah mempunyai 3 kelas berbeda. Di lantai 1 terdapat kelas first class double decker, atau kalo di PO lain di kenal dengan suite/sleeper class sebanyak 2 seat dan juga terdapat kelas super top double decker dengan konfigurasi kursi baris kiri 1 seat, kanan 2 seats dengan total 6 seats yang disertai legrest. Sementara di lantai 2 terdapat kelas eksekutif plus double decker dengan konfigurasi baris kiri 2 seats, dan kanan 2 seats, disertai legrest dimana aku akan mendudukinya.

Sebelum jam keberangkatan bus, aku gunakan kesempatan untuk ibadah dan servis makan. Oiya, servis makan yang diberikan kali ini dilakukan langsung di resto Rosalia Indah yang juga berada di area Kantor Pusat ini. Masuk ke ruang makan, aku utarakan maksudku ke petugas. Sebenarnya hari itu aku lagi pengen menukar menu standar dengan menu lain, tapi agak kecewa juga karena katanya menu lain sudah habis. Mau gak mau aku pun makan dengan menu standar yang ada. Menu standar yang disajikan untukku kali ini berupa nasi, semangkuk kare ayam,  lauk berupa ayam goreng tepung dan bakwan, dan teh dingin sebagai pelengkapnya. Dari rasa sebenarnya lumayan lah, cuma masih agak kecewa aja karena sebenarnya aku lagi pengen tukar dengan menu lainnya.

Bisa tukar menu, tapi sayangnya pas abis
Ambil menu makan standar

Ibadah sudah, makan sudah, yang ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu berangkat. Kali ini keberangkatan bus agak telat. Bus baru siap untuk diberangkatkan sekitar jam 7 malam kurang 15 menit. Setelah armada diparkirkan di depan ruang tunggu, segera saja aku masuk ke dalam bis. Langsung duduk di seatku, 1B. Pandangan loss ke depan, tak ada halangan apa-apa. Aku pun juga mencoba legrestnya, dan wow, kakiku bisa selonjoran dengan maksimal tanpa nekuk dan tanpa membentur apapun. Umumnya legrest di bus biasanya menempel di kursi, dan hanya bisa diatur dengan kemiringan tak bisa full 180°, tapi PO Rosalia Indah membuat terobosan baru dengan menyediakan legrest full selonjoran. Selain legrest, di kursi yang aku duduki ini juga terdapat port usb yang bisa digunakan untuk mengisi daya ponsel. Bantal dan selimut juga disediakan sebagai bagian dari fasilitas bus.

Pandangan loss ke depan
Full selonjor
Armada Rosalia Indah double decker SDD 163

Jam 18.53 akhirnya bus diberangkatkan juga dari Kantor Pusat Rosalia Indah, agak telat kali ini, tapi tak mengapa lah karena kali ini aku tidak mengejar waktu tiba di Jakarta. Tak jauh dari kantor tadi, bus mampir isi solar dulu di SPBU milik Rosalia Indah daerah Sroyo. Saat di SPBU ini, sambil dibagikan juga air mineral merk utra oleh pramugara sebagai bagian dari fasilitas.

Air Mineral Utra


Selepas mengisi solar, bus kemudian melaju kembali melewati beberapa agen seperti Gilingan, dan Kartasura. Oiya, karena bus sudah melakukan servis makan di Kantor Pusat Rosalia Indah, penumpang yang naik setelah Kantor tidak mendapatkan servis makan dan hanya mendapat berupa snack arem-arem dan roti sebagai gantinya. Sepertinya kok tidak sebanding dengan valuenya menurut saya.

Setelah menjemput penumpang di Kartasura, bus kemudian langsung masuk tol di gerbang tol Colomadu. Saat bus sudah melaju di tol, ada hal yang sangat  jarang ditemui di PO lain. Layaknya di pesawat terbang, dan kereta api, di bus Rosalia Indah ini juga terdapat anouncement yang langsung diucapkan oleh pramugara, bukan melalui rekaman yang diputar. Isi anouncement berisi tentang perkenalan armada yang dinaiki, kru yang bertugas, dan juga fasilitas yang tersedia di armada. Selain itu, ada ajakan berdoa bersama dari pramugara kepada seluruh penumpang agar diberi keselamatan dalam perjalanan. Sebuah nilai plus dari pelayanan PO Rosalia Indah. Selanjutnya bus melaju kembali menyusuri tol Trans Jawa ini dan juga sambil menjemput penumpang di Salatiga, Bawen, dan Banyumanik. Okupansi penumpang kali itu sangat lah bagus, hanya tersisa beberapa seat kosong saja. Padahal hari itu bukan hari ramai penumpang. Wajar memang, Rosalia Indah gitu.

Ada fasilitas lain yang jarang di PO lain yang kutemukan saat aku hendak turun menuju toilet di lantai 1. Di samping tangga, terdapat sebuah telepon yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan pramugara/pramugari yang ada di kabin kemudi.

Telepon Armada

Selama di Tol, bus melaju dengan aman dan nyaman. Di saat kondisi jalanan kosong, bus dilajukan dengan kecepatan tinggi tapi dengan nyaman. Tidak ada manuver membahayakan yang dilakukan. Dan di saat kondisi jalanan ramai, bus pun sabar tetap melaju di jalurnya. Tidak ada kesempatan menggunakan bahu jalan sekedar untuk membelah arus lalu lintas. Memang mantab lah Rosalia Indah ini. Bus yang nyaman, dipadukan dengan pembawaan driver yang mantab, kombinasi yang sempurna untuk membawaku kemudian untuk beristirahat memejamkan mata.

Tengah malam, aku terbangun saat terdengar anouncement dari pramugara bahwa armada bus hendak memasuki Rumah Makan Rosalia Indah Subang guna melakukan servis snack. Sampai rumah makan, segera saja masuk ke dalam. Untuk servis snack kali ini aku mendapatkan sepiring kecil paket snack berupa lemet singkong dan pisang goreng. Untuk minumannya aku mengambil teh panas. Selain teh panas juga bisa mengambil kopi. Rasa lemet dan pisang goreng ini lumayan enak. FYI, jika kita naik armada double decker dari Jakarta dan turun di sekitar mulai Semarang hingga Solo, kita tidak mendapat servis snack, tapi harga tiket lebih murah Rp 15.000 dibanding jika kita naik dari timur.

Servis Snack
Armada Rosalia Indah double decker SDD 163 saat di Rumah Makan Rosalia Indah Subang

Setengah jam saja servis snack dilakukan, bus pun melanjutkan kembali perjalanannya. Aku gunakan kesempatan untuk melanjutkan tidur kembali. Selanjutnya, aku sempat beberapa kali bangun saat bus menurunkan penumpang di Cikarang, Bekasi, Terminal Pulo Gebang. Setelah tidur-tidur ayam, aku benar-benar bangun saat bus hendak tiba di tujuan akhirku di Lebak Bulus berbarengan dengan nyala lampu kabin dan suara anouncement dari pramugara bahwa tujuan penurunan Lebak Bulus akan segera tiba. Akhirnya, jam 4.32 aku tiba dengan selamat di tujuan akhirku Lebak Bulus. Perjalanan cukup memuaskan kali ini. Mungkin cuma kurang sreg aja di servis makan kali ini, karena sebenarnya aku pengen tukar menu. Tapi tak mengapa. Pelayanan lain yang diberikan sudah sangat lah mantab diberikan oleh PO ini kepada penumpang. Tak ada alasan untuk tidak mencoba kembali jasa PO Rosalia Indah ini di lain kesempatan.

Catatan waktu:
Start Kantor Pusat Rosalia Indah 18.53
Isi solar @ SPBU Rosalia Indah, Sroyo  18.58-19.06
Agen Gilingan 19.30-19.37
Agen Kartasura 20.01-20.04
GT Colomadu 20.09
Exit GT Salatiga 20.34
Terminal Tingkir, Salatiga 20.41-20.44
In GT Salatiga 20.49
Exit GT Bawen 21.02
Terminal Bawen 21.05-21.07
In GT Bawen 21.09
Exit GT Ungaran 21.20
Agen Banyumanik 21.38-21.39
In GT Srondol 21.43
GT Kalikangkung 21.59
Exit Gt Subang 1.32
Rumah Makan Rosalia Indah, Subang 1.32-2.09
In GT Subang 2.11
Finish Lebak Bulus, Jakarta 4.32

Fasilitas:
Bus Adiputro Jetbus 3+ duble decker powered by Volvo B11R 430 HP
Seat by Hai Rimba Kencana konfigurasi 2-2
Legrest model selonjoran
Selimut + Bantal
Port USB untuk mengisi daya ponsel
Air Mineral merk Utra
Servis makan
Servis snack
Toilet di lantai 1
Telepon yang digunakan untuk menghubungi pramugara
Hand sanitizer


2 Comments

SOTO TANGKAR SATE KUAH BANG EDI

Soto Tangkar Sate Kuah Bang Edi. Begitu lah nama warung makan yang aku kunjungi ini. Aku sangat penasaran dengan Soto Tangkar Sate Kuah Bang Edi ini. Pertama kali ngerti kuliner ini dari nonton youtubenya Nex Carlos kira-kira 3 tahun yang lalu. Kemudian diperkuat dengan ulasan di twitter @drhaltekehalte tentang Soto Tangkar Sate Kuah Bang Edi di tahun 2021, semakin membulatkan tekad untuk mencobanya.
Akhirnya kesempatan untuk menjajal Soto Tangkar Sate Kuah Bang Edi itu kesampaian juga beberapa waktu yang lalu saat mampir Jakarta di perjalanan hendak ke Serang. Aku menyempatkan diri untuk datang mencobanya tentu saja bareng Ewy. Soto Tangkar Sate Kuah Bang Edi ini berlokasi di Jalan Tanah Abang II No.41D, RT.1/RW.4, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160 atau bisa dicari melalui link google maps berikut https://maps.app.goo.gl/SBKgfMJAfHWaVuzh8.

Sampai di lokasi aku pun langsung memesan menu Soto Daging+Nasi, kemudian Ewy memesan Sate Kuah+Nasi dan kemudian memesan Sate terpisah sebagai tambahan. Di dalam semangkuk Soto yang aku pesan itu terdiri dari potongan daging (tidak ada jeroan), beberapa potongan tomat yang kemudian diguyur dengan kuah santan pekat yang juga diberi perasan jeruk limau, dan kemudian ditaburi daun bawang dan bawang goreng. Untuk pesanan Ewy tidak jauh beda denganku. Yang membedakan hanya dari isian dagingnya saja yang berupa sate daging&lemak yang sudah dilepaskan dari tusukannya. Sementara untuk sate tambahannya berupa semangkok berisi 5 tusuk sate yang sama digunakan untuk Sate Kuah yang disiram kecap manis yang kemudian diberi perasan jeruk limau dan kemudian diberi taburan bawang goreng.

Soto Daging+Sate tambahan


Sate Kuah
Sate
Potongan daging+jeroan

Oya, sebelumnya aku pernah mencoba Soto Tangkar di Karawang, namanya Soto Tangkar Mang Nean yang berlokasi tak jauh dari Stasiun Karawang. Secara fisik sih mungkin tak jauh beda dengan Soto Tangkar Sate Kuah Bang Edi yang kurasakan ini. Tapi soal rasa, di Bang Edi ini lebih kuat secara rasanya, dan juga kuahnya lebih pekat. Dagingnya juga teksturnya empuk, tak alot. Oiya, disini Sotonya menggunakan daging sapi ya. Aku juga sempat mencicipi Sate Kuah yang Ewy pesan. Di Sate Kuah yang Ewy pesan rasanya malah lebih kuat lagi karena ada tambahan rasa smoky dari hasil bakaran sate yang bercampur dengan kuah sotonya. Gak salah memang kalo label gak ada obat disematkan oleh Nex Carlos terhadap Soto Tangkar Sate Kuah Bang Edi ini. Buatku sotonya memang sangat nikmat. Gak rugi lah aku menyempatkan diri datang langsung ke Tanah Abang untuk mencicipinya.
Soto Tangkar+Nasi yang aku pesan ini dibanderol seharga Rp 30.000 per porsi. Untuk Sate Kuah+Nasi yang dipesan Ewy pun juga sama, dibanderol seharga Rp 30.000 per porsi. Sementara untuk sate tambahan yang dipesan dibanderol seharga Rp 25.000. Selain menu yang aku pesan tadi, ada juga menu Soto Campur yang berisi daging dan jeroan seperti babat, usus, paru. Dan selain itu ada emping dan kerupuk yang dijual terpisah.

Daftar Harga


Soto Tangkar Sate Kuah Bang Edi ini buka setiap hari dari senin sampe minggu dimulai dari jam 7 pagi sampai tutup jam 10 malam. Oya, kami datang di saat pagi hari, karena pagi hari belum terlalu ramai pengunjung. Karena konon katanya, di siang hari pengunjung yang datang kesini berjibun, sangat ramai. Tambahan info juga, apabila pembaca tulisan ini ada yang belum pernah mencoba Soto Tangkar Sate Kuah Bang Edi dan ingin berkunjung kesana, pembaca bisa kesana dengan menggunakan transportasi umum seperti KRL atau bus Trans Jakarta. Soto Tangkar Sate Kuah Bang Edi ini lokasinya cukup terjangkau, karena cukup dekat dengan Stasiun Tanah Abang, dan juga cukup dekat dengan Halte Trans Jakarta Monas.


1 Comment

BUKITTINGGI (3)

Jum’at, 29 januari 2021
Hari jum’at ini adalah hari kepulanganku ke Jawa bersama partnerku, ayah&Fuadi. Rasanya masih ingin tetap stay berlama-lama disini. Suasana kota yang adem, nyaman, dan keramah tamahannya sangat membekas di hati. Bukittinggi memberikan wawasan baru bagiku yang selama ini hanya terbatas di Jawa saja. Kita berencana check out jam setengah 8 pagi hari itu, karena mengejar jam kumpul keberangkatan bus di Padang Panjang yaitu jam setengah 9 pagi. Sebelum check out, tak lupa kita sarapan dulu di hotel, menunya masih sama dengan hari sebelumnya yaitu nasi goreng, dan minuman teh refill sepuasnya.

Setelah checkout, kita pun naik gocar menuju Jambu Air, tidak ke Aur Kuning seperti kemarin yang untuk selanjutnya naik L300 menuju ke Padang Panjang. Sampai Jambu Air, kita tak lama menunggu L300 yang akan dinaiki karena memang cukup banyak angkutan ini di jalur tersebut. Ongkos naik masih sama seperti kemarin yaitu Rp 7000 saja dari Bukittinggi menuju ke Padang Panjang. Sampai di Padang Panjang, kita memutuskan untuk turun di bawah Flyover Padang Panjang saja karena jaraknya lebih dekat untuk berjalan kaki menuju ke Terminal Bukit Surungan, Padang Panjang ketimbang saat turun dekat MTS N 1 Padang Panjang kemarin. Oiya, angkutan L300 ini rutenya tidak lewat terminal.

Sanpai terminal kita cek in dulu di agen. Hari itu kita mendapat armada dengan nama julukan “Mata Air”. Kita juga dikasih tahu kalau bus kita akan telat berangkat, no problem lah. Saat menunggu bus datang kita juga banyak ngobrol dengan Bang Ujang Indra selaku agen. Bagi yang ingin naik bus Transport Express dari Padang Panjang ini bisa memesan tiketnya ke Bang Ujang Indra dengan menghubungi nomor telepon 081378237395.

Saat menunggu bus kita datang, bus-bus lain datang terlebih dahulu seperti ANS, NPM, MPM, Yoanda Prima, Gumarang Jaya, Epa Star. Disini kita juga ketemu oleh beberapa bismania yang hunting di terminal ini.

Setelah kurang lebih 2 jam menunggu, bus Transport Express yang akan kita naiki pun datang. Segera kita naik ke bus karena bus tidak berhenti lama disini. Tak lupa pamitan ke temen bismania yang hunting, dan juga bang Ujang Indra selaku agen, terima kasih atas keramah tamahannya. Bus lepas terminal jam 10.50. Aku duduk di seat 14, sementara ayah&Fuadi duduk di seat 17&18. Oya, bus ini berkapasitas total 39 seats, tidak ada legrest seperti saat naik ANS kemarin. Bus ini menggunakan chasis mercedes benz OH 1626 dilengkapi dengan air suspension, sama saat naik ANS kemarin, cuma ini chasis berumur lebih tua saja.

Bus keluar terminal mengambil rute menuju arah Flyover Padang Panjang, by pass Padang Panjang, Pitalah, Ombilin, Singkarak, Sumani, Solok. Saat melewati danau Singkarak ini aku sempat tertidur hingga menjelang masuk Solok. Menjelang masuk Solok aku pun jajan Pargede Jaguang (Perkedel Jagung) yang dijajakan pedagang asongan karena mulai merasakan lapar.
Masuk Terminal Bareh, Solok 12.15, bus cuma numpang lewat saja tidak menaikkan penumpang. Bus selanjutnya mengambil rute menuju arah Muaro Kalaban, Dharmasraya. Di perjalanan ini aku sempatkan untuk istirahat saja, sempat beberapa kali mata terpejam.
Bus memasuki Rumah Makan Umega, Gunung Medan jam 15.12 untuk melakukan istirahat pertama. Disini aku memutuskan untuk makan karena sudah sangat lapar, demikian juga ayah&Fuadi. Disini aku makan nasi padang dengan lauk gulai telur bulat, sementara ayah&Fuadi makan nasi padang dengan lauk kikil. Oya, nasi, sayurnya ngambil sendiri prasmanan. Untuk makanan yang aku makan ini dibanderol dengan harga 18 ribu rupiah. Ya masih wajar menurutku.

Jam 15.51 bus Transport Express kembali melanjutkan perjalanan menuju arah Sungai Rumbai, Muara Bungo. Bus sempat mampir isi solar di SPBU daerah Lubuk Landai.
Sampai Muara Bungo pas jam 18.00, bus mengambil rute belok menuju arah lintas timur via Muara Tebo, Muara Tembesi, Muara Bulian dan nanti akan tembus di jalan lintas timur Sumatera di daerah Tempino. Rutenya masih sama saat naik ANS sebelumnya. Seperti halnya habit bus-bus Sumatera Barat lain, bus Transport Express yang aku naiki ini juga memberikan kesempatan penumpangnya untuk menunaikan ibadah Sholat Maghrib. Bus yang aku naiki ini berhenti di Masjid Yamp Komplek Perkantoran KM 12 daerah Muara Tebo untuk mampir sholat Maghrib. Lepas Muara Tebo ini aku gunakan untuk beristirahat saja, tidur.

Sabtu, 30 januari 2021
Sempat terbangun beberapa kali dari tidur, sampai akhirnya bus sampai di Rumah Makan Simpang Raya, Bayung Lencir jam 00.36 untuk melakukan istirahat yang kedua kalinya. Kali ini aku cuma duduk-duduk saja di rumah makan, tidak makan juga, selain karena kenyang juga malas makan tengah malam gini.

Bus Transport Express kembali melanjutkan perjalanan jam 01.15. Dan tentu saja lepas rumah makan ini aku tidur lagi.
Bangun-bangun ternyata sudah jam 06.03 pagi saat bus memasuki Gerbang Tol Kramasan di Palembang. Lumayan pulas juga tidurku. Di tol ini selanjutnya aku beberapa kali sempat tidur-tidur ayam. Di Tol Trans Sumatera ini sempat beberapa kali beriringan dengan bus NPM yang sama-sama menuju arah ke Jawa. Bus juga sempat mampir isi solar di Rest Area KM 215B.
Jam 10.10 bus Transport Express yang aku naiki akhirnya sampai juga di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Kali ini bus yang aku naiki menyebrang lewat dermaga biasa, tidak seperti saat naik ANS yang menyebrang melalui dermaga eksekutif. Untungnya kali ini proses muat kapal berlangsung cepat. Jam 10.33 kapal pun berangkat meninggalkan Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak. Di kapal ini aku duduk di dek biasa, sementara ayah&Fuadi nambah servis masuk ruangan berbayar. Di kapal ini aku tak lupa juga makan nasi bungkus yang sebelumnya sudah aku beli di pedagang asongan yang masuk ke bus tadi saat bus memasuki pelabuhan. Cuaca siang kali ini lumayan bersahabat, gelombang ombak juga lebih bersahabat timbang saat berangkat naik ANS sebelumnya.
Jam 12.47 bus Transport Express pun mendarat di Pelabuhan Merak setelah 2 jam pelayaran yang cukup lancar. Keluar Pelabuhan Merak, bus mengambil rute menuju jalan via atas yang langsung tembus Gerbang Tol Merak. Bus sempat mampir sebentar di rumah makan Omega, Merak selama 20 menit untuk istirahat yang ketiga kalinya. Nanggung banget udah mau sampai malah istirahat. Penumpang bus juga cuma duduk-duduk saja saat di rumah makan, karena kebanyakan sudah makan saat di kapal tadi.

Selepas rumah makan, bus kembali melanjutkan perjalanan menuju ke arah Jakarta. Perjalanan sempat terhambat di daerah Serang karena kemacetan. Bus yang aku naiki ini melayani titik penurunan di Terminal Poris Plawad, Rest Area Karang Tengah, Terminal Kampung Rambutan, dan tujuan akhir Pool Bekasi. Sementara penumpang Bogor akan dishuttle menggunakan armada lain.
Setelah perjalanan kurang lebih 2 jam dari Merak, bus Transport Express sampai juga di Terminal Poris Plawad, Tangerang jam 15.01. Aku pun memutuskan turun disini, sementara ayah&Fuadi melanjutkan perjalanan dan akan turun di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta. Sungguh perjalanan luar biasa dengan bus Transport Express ini. Dengan tarif termurah dibandingkan dengan yang lain, tapi pelayamannya gak murahan. Bus juga gasik sampainya.

Minggu, 31 januari 2021
Di hari minggu siang itu sekitar jam 2 siang aku janjian dengan Faisal di halte Cawang UKI. Setelah sebelumnya berangkat menuju ke Bukittinggi diantar Faisal, kali ini pulang dari Jakarta pun diantarkan lagi olehnya. Kali ini aku akan diantarkannya menuju ke daerah Pasar Induk Kramat Jati dimana aku akan naik bus Pepeje Berlian Jaya menuju ke Semarang nantinya. Kenapa naik bus Pepeje Berlian Jaya? Karena kebetulan kala itu aku mendapatkan Tiket BDB (Bebas Dari Biaya) cuma-cuma dari panitia FPL BMC (Fantasy Premier League Bismania Community). Lumayan cukup mengirit ongkos kali ini. Sebelumnya aku sudah konfirmasi&dipesankan tiket melalui dhe Surip (Arief Setiawan, mantan ketum BMC) selaku pemberi sponsor kali ini.
Setelah menempuh perjalanan dari Cawang, sampai lah juga di kawasan Pasar Induk Kramat Jati dimana agen bus Pepeje Berlian Jaya ini berada. Mungkin agak susah menemukannya kalau aku tidak diberi ancer-ancer oleh dhe Surip karena disini agennya sendiri tidak mempunyai lapak tetap, hanya menggelar jualannya dengan modal meja kecil di sebuah jembatan depan Pasar Induk. Setelah bertransaksi di agen, dikonfirmasi nanti bis akan datang sekitar jam 15.30.

Oya, selain menjual tiket Pepeje Berlian Jaya, agen bus tersebut juga menjual tiket bus Pepeje Purwodadi, Damar Wulan, Sudiro Tungga Jaya. Posisi agennya sendiri bisa ditrace melalui link gogle maps di https://maps.app.goo.gl/bATeBETzr8a4LaZY7 atau bisa kontak dulu di nomor telepon 082111777037.
Bus datang sekitar setengah 4 sore. Cukup was was kali itu takut ditinggal, karena aku&Faisal tadi sempat jajan di warkop dekat Pasar Rebo dulu. Di saat kita perjalanan meninggalkan warkop, kita malah ketemu bus yang akan aku naiki sudah menuju ke arah Pasar Induk.

Setelah sempat ngetem beberapa saat, bus Pepeje Berlian Jaya pun meninggalkan agen Pasar Induk Kramat Jati jam 15.50. Bus mengambil rute arah ke Hek, dan puter balik di sekitar kantor Polsek Ciracas dan kemudian menuju arah ke Pasar Rebo dan masuk tol di Gerbang Tol Gedong. Oya, bus yang aku naiki ini menggunakan chasis mercedes benz OH 1626 yang sudah menggunakan suspensi udara. Selain itu bus ini berkapasitas cuma 28 seats disertai legrest dengan fasilitas tambahan seperti selimut bedcover, toilet, dan ada juga dispenser air panas serta mendapatkan snack. Ada hal yang cukup membuatku penasaran, karena seat yang digunakan kali ini menggunakan merk entah darimana, karena logonya menunjukkan seperti dari daerah China. Bus cuma membawa sekitar 10 penumpang saja lepas dari Pasar Induk tadi.

Bus sempat mampir keluar gerbang tol Cikopo Cikampek untuk menaikkan penumpang di agen SPBU Cikopo. Lepas Cikopo ini bus membawa sekitar 16 penumpang. Bus kembali melaju dengan cukup cepat seperti saat sebelum keluar Cikopo tadi. Tak butuh waktu lama lepas dari Cikopo tadi, jam 17.42 bus sudah sampai di rest area tol KM 102 untuk memberikan servis makan di Rumah Makan Taman Lestari. Servis makan kali ini sudah include dengan harga tiket. Suasana rumah makan cukup sepi kali itu, hanya ada bus Safari Dharma Raya&Bejeu yang menemani bus Pepeje Berlian Jaya servis makan.

Setelah selesai melakukan servis makan, bus kembali diberangkatkan melanjutkan perjalanan kembali. Bus lepas rest area tol KM 102 jam 18.13. Selanjutnya aku gunakan waktu untuk sekedar istirahat saja di bus.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 6 jam dari Pasar Induk, bus pun sampai di Terboyo, Semarang jam 21.47. Aku pun kemudian turun disini untuk melanjutkan perjalanan ke Solo dari Terboyo ini, sementara bus Pepeje Berlian Jaya melanjutkan perjalanan menuju ke Jepara.
Turun dari bus, kebetulan ada bus Sugeng Rahayu yang sedang ngetem di pertigaan Terboyo, aku pun kemudian menaikinya menuju Solo. Setelah beberapa saat ngetem, bus pun akhirnya berangkat dari Terboyo jam 22.15. Cukup lumayan penumpang kali itu yang naik bus ini, rezeki kru. Oya karena bus ini adalah bus ekonomi, ongkos bus dibayarkan saat sudah di perjalanan ke kondektur bus. Ongkos sebesar 27ribu aku bayarkan untuk perjalanan dari Semarang menuju Solo.

Senin, 1 februari 2021

Setelah perjalanan kurang lebih 2 jam dari Semarang menuju Solo, aku pun tiba di Terminal Tirtonadi, Solo pada jam 00.19 tengah malam. Selanjutnya aku pun menggunakan jasa ojek online Maxim menuju tempat tinggalku. Akhirnya, setelah semingguan kurang lebih melakukan perjalanan menuju Sumatera PP, aku pun tiba kembali di Solo dengan selamat. Alhamdulillah, impianku untuk menjelajah Bukittinggi bisa terlaksana. Terima kasih banyak untuk beberapa pihak yang sudah terlibat di perjalananku kali ini:
1. Ayah Maul&Fuadi sebagai partner perjalananku kali ini
2. Keluarga besar ayah Maul yang sudah menyediakan tempat transit untuk istirahat di Jakarta
3. Mamah Uus yang sudah membawakan bekal buat kita.
4. Ewy yang sudah memberikan dukungan moral di perjalanan kali ini, dan juga beng-bengnya sebagai bekal cemilan di perjalanan
4. Faisal Umar yang sudah rela mengantarkan kita muter-muter ke Pondok Pinang, kemudian ke Poris dan juga mengantarkanku dari Cawang ke Pasar Induk saat kepulangan menuju Solo
5. Bang Jamil, agen ANS Terminal Poris Plawad, Tangerang, yang sudah menyisihkan seat untuk kita bertiga setelah mengalami kejadian kurang mengenakkan di Pondok Pinang.
6. Bang Ujang Indra, agen Transport Express Terminal Bukit Surungan, Padang Panjang
7. Pak Heri, agen Cahaya Trans Terminal Kartasura, Sukoharjo
8. Agen Pepeje Berlian Jaya Pasar Induk (entah siapa namanya)
9. Panitia FPL BMC&dhe Surip atas hadiah BDB Tiket Pepeje Berlian Jaya
10. Traveloka yang sudah memberikan kupon gratis booking hotel di Bukittinggi
11. Dan pihak-pihak lain yang juga terlibat di perjalananku kali ini

Di bawah ini aku lampirkan juga, rincian biaya yang aku habiskan selama perjalanan Solo-Jakarta-Bukittinggi-Padang Panjang-Jakarta-Semarang-Solo. Semoga bisa jadi referensi untuk pembaca budiman yang mungkin ingin juga melakukan perjalanan ke Bukittinggi dengan menggunakan bus.

Tiket Cahaya Wisata Trans Rp 200.000
BST Koridor 1 Rp 0 (Masih gratis)
ojol Grab Jatiwarna-Rumah Ayah Jatiwaringin Rp 21.000
Tiket ANS Royal Class Rp 550.000
Makan Popmie @RM Palapa Sijunjung Rp 10.000
Jajan Batagor @Terminal Solok Rp 5.000
Gocar pool ANS-Hotel Platinum Rp 8.000 (share cost)
Hotel Platinum Rp 0 (gratisan dari Traveloka)
Nasi Goreng Surabaya deket hotel Rp 15.000
Panorama Ngarai Sianok Rp 15.000
Gocar Panorama Ngarai Sianok-Aur Kuning Rp 6.000 (share cost)
L300 Aur Kuning-Padang Panjang Rp 7.000
Tiket Transport Express Rp 360.000
Elf Padang Panjang-Jambu Air Rp 7.000
Gocar Jambu Air-Jam Gadang Rp 6.000 (share cost)
Nasi Kapau @Pasar Atas Rp 28.000
Beli Kopi Bubuk @Pasar Atas Rp 30.000
Sandal Kapuyuak Rp 35.000
Keripik Sanjai @Pasar Atas Rp 20.000
Jajan Bakso bakar @Masjid Raya Bukittinggi Rp 5.000
Mie goreng surabaya deket hotel Rp 15.000
Es Tebak deket hotel Rp 10.000
Gocar Hotel Platinum-Jambu Air Rp 6.000 (share cost)
L300 Jambu Air-Padang Panjang Rp 7.000
Kencing @Terminal Padang Panjang Rp 4.000
Jajan Pargede Jaguang @Terminal Solok Rp 3.000
Makan Nasi Padang @RM Umega Rp 18.000
Nasi Bungkus @kapal Rp 10.000
KRL ke 1 Rp 4.000 (tidak tertulis di cerita)
KRL ke 2 Rp 3.000 (tidak tertulis di cerita)
Trans Jakarta Rp 3.500 (tidak tertulis di cerita)
Jajan di warkop deket Pasar Rebo Rp 0 (dibayarin Faisal)
Tiket Pepeje Berlian Jaya Rp 0 (Hadiah liga FPL BMC)
Tiket Sugeng rahayu Rp 27.000
ojol maxim Rp 8.000
TOTAL Rp 1.446.500

-sekian, dan terima kasih-