Cerita Fajar Senja

dari fajar untuk senja

Hatiku Sumringah Ketemu RN (Catatan Perjalanan bersama bus Jaya Utama)

2 Comments

Hatiku sumringah kala memasuki pelataran terminal Terboyo. Dari dalam bus Taruna AC Ekonomi seat 2-2 yang kunaiki, terlihat jelas armada bus berwarna dominan biru berbodi scorpion X buatan karoseri tentrem terparkir menanti jatah parkir keberangkatan. Armada ini memang sudah aku incar sejak lama. Armada yang masih terhitung baru, baru mulai ngelen sejak bulan juni lalu. Jaya Utama, Patas, L 7745 UV line Semarang – Surabaya via Kudus-Rembang-Tuban yang memakai chassis Hino HINO RN8J J08E VD. (selanjutnya kusebut saja Jayut RN)

Flashback sebentar. Sekitar sebulan lalu aku sudah berniat menjajal armada ini. Kusanggongi ke Terboyo dari Solo dengan naik armada Royal Safari AC Ekonomi seat 2-2 kala itu. Namun naas, sampai Terboyo tidak terlihat penampakan Jayut RN alias tidak ngelen dan dicadangi armada lawas Jaya Utama berbodi Galaxy Exl buatan karoseri tentrem. Akhirnya dengan rasa yang agak dongkol aku pulang lagi ke Solo naik Sugeng Rahayu AC Tarif Biasa, W 7805 UY angkatan jam 6 sore dari Terboyo.

Semenjak perburuan yang gagal itu, sebenarnya aku sudah gak begitu lagi bersemangat untuk mengincarnya lagi. Namun karena ada gonjang-ganjing harga bahan bakar minyak akan naik pada 1 november membuatku jadi bersemangat untuk mengincarnya lagi. Mumpung harga tiket masih terjangkau, harus aku coba segera.

Turun dari bus Taruna kubergeser ke sebelah sisi barat pelataran terminal. sembari berteduh ku lihat sekeliling area terminal, ada beberapa bus terparkir selain Jayut RN, Coyo Patas, Sahabat Patas, Taruna Putih AC Ekonomi seat 2-3, Taruna AC Ekonomi seat 2-2, Safari Lux AC Ekonomi seat 2-2, Sumber Waras, Nusantara Patas Jogja kuning ex Trans Nusa, dll. Tak lama kemudian beberapa armada lain masuk pelataran. Ada Sugeng Rahayu AC Tarif Biasa W 7083 UZ, Eka Patas S 7329 US, Aman rasa Sumber Alam Semarang-Purwokerto via Purworejo, Nusantara patas Jogja Scania front engine, Ramayana patas Jogja bodi ventura ala karoseri anugrah, Sumber Alam Patas Cilacap bodi proteus, beberapa Safari Lux, Dian Surya Semarang-Purwokerto via Wonosobo.

Jam 3 lebih terlihat Jayut RN tanda-tanda akan memasuki jalur pemberangkatan. Segera saja aku geser menuju ke depan jalur pemberangkatan dan segera naik ke bus. Yang jelas harus duduk di hot seat😀

Setelah bus parkir segera saja aku naik bis. Berhubung pingin dapet view yang luas, kursi paling depan deret kiri pojok pun aku amankan. Setelah mengamankan kursi ku putuskan untuk ngadem saja di dalem bus karena cuaca di luar cukup panas. AC berhembus dengan cukup baik. Sebenarnya duduk di deretan kursi depan bus Jaya Utama ini ada kekurangannya, kaki kita akan mentok dengan sekat. Namun untuk kali ini masih aku tolerir, jarak kursi dengan sekat tidak terlalu mepet, kakiku masih punya sedikit “sela” untuk selonjor. Jaraknya lebih toleran dibanding saat aku naik Jaya Utama Patas bodi Galaxy Exl angkatan dari Surabaya jam 10 kurang seperempat saat aku pulang dari Jambore Nasional BMC di Malang bulan mei lalu. Selain itu seat yang digunakan kali ini adalah seat dari Hai Rimba Kencana model terbaru berbahan beludru yang cukup nyaman untuk diduduki.

Menit demi menit berlalu. Dan jam 15.39 Jayut RN yang aku tumpangi ini berangkat dari Terminal Terboyo. Penumpang masih sedikit di dalam, tak sampai 10 orang. Jaya Utama berjalan pelan keluar Terminal Terboyo dibawa oleh kondekturnya, sementara driver masih beristirahat di bangku belakang. Berhenti sejenak di bangjo keluar Terboyo, dan kemudian ngetem di depan Toyota Nasmoco Terboyo. Saat berhenti di bangjo Terboyo ini sempat berpapasan dengan Bus Nusantara Patas Jogja-Semarang Scania K124 blackpearl body buatan karoseri Nusantara Gemilang yang sedang menurunkan penumpang di pojok pertigaan jalan masuk ke Terminal Terboyo. Selanjutnya Jayut RN ini pun ngetem di depan Toyota Nasmoco sebelah timur pertigaan, karena memang gak mungkin juga kalo langsung bablas, penumpang tak nyampai 10, arep bayaran pira?😀

15.59 Jayut RN pun berangkat dari tempat ngetemnya, di depan Toyota Nasmoco Terboyo. Ngetem sekitar 15 menitan lumayan mendongkrak perolehan penumpang Jayut RN ini. Ku lirik ke belakang penumpang hampir penuh. Tapi bangku sebelahku masih kosong, belum ada yang menempati. Jayut RN berjalan dengan kecepatan yang sedang saja. Selain itu kondisi jalan yang padat dan ramai juga memberi andil dalam dipacunya Jayut RN ini. Dalam perjalanan stage Terboyo-Demak ini juga bareng dengan bus Pariwisata Mojorejo dan Pariwisata Tiara Mas livery Yakuza body Marcopolo AP. Kedua bus itu juga 11-12 dengan Jayut RN, sama-sama berjalan dengan kecepatan biasa saja karena memang keadaan lalu lintas sore itu memang padat.

16.03 Pertigaan Genuk, seorang perempuan muda naik dan kemudian duduk disebelahku. Sempat ku curi dengar saat dia telpon yang sepertinya dengan mamanya, ternyata dia nanti akan turun di Rembang.

16.15 Jayut RN masih berjalan dengan kecepatan biasa-biasa saja. Sampai daerah Sayung, lalu lintas sempat tersendat beberapa kali karena ada proyek pengecoran jalan dan kebetulan berbarengan dengan jam bubaran pabrik yang menambah keruwetan kondisi lalu lintas sore itu.

16.39 Jayut RN sampai pertigaan Lingkar Demak. Jayut RN berjalan lurus masuk kota tidak melewati jalur Lingkar. Sementara dua bus Pariwisata yang sempat bareng tadi mengambil jalur lingkar Demak tidak lewat Kota.

16.43 melintas Alun-Alun Demak yang dimana disebelah berdiri megah Masjid Agung Demak. Suasana alun-alun Demak sore itu cukup ramai, banyak orang yang jogging dan sekedar nongkrong menikmati sore. Lepas pasar Demak kondisi jalan sudah mulai lengang, sang driver bisa memacu Jayut RN dengan kecepatan yang lebih.

16.51 Lepas pertigaan lingkar Demak Jayut RN berhenti agak lama, menaikkan paket yang sepertinya adalah paket buah. Dua bus Pariwisata yang sempat berbarengan tadi, Mojorejo dan Tiara Mas livery Yakuza melewati Jayut RN saat berhenti menaikkan paket.

16.56 Melintas pertigaan Trengguli, dimana kalo belok kiri adalah arah menuju ke Jepara via Welahan. Dalam perjalanan antara Trengguli sampai Kudus ini perempuan muda yang duduk di sebelahku pindah ke bangku kondektur di depan.

17.11 melintas garasi PO Nusantara Karanganyar. Lagi, perjalanan tersendat karena ada pengaspalan dan perbaikan jalan di depan garasi PO Nusantara Karanganyar, dan juga pengecoran jalan di pertigaan Lingkar Kudus.

17.15 Pertigaan Lingkar Kudus, Jayut RN ambil kanan masuk Lingkar dan kemudian masuk Terminal Jati. Di terminal Jati banyak penumpang yang naik. Bangku sebelahku yang tadinya kosong kemudian terisi penumpang kembali. Yang mengisi kali ini seorang perempuan muda, mahasiswa (pake jaket almamater), sepertinya masih mahasiswa angkatan baru kalau dilihat dari wajahnya😀
Dia naik bersama bapaknya dan bapak si perempuan tadi duduk di kursi depan deret kanan. Kondisi terminal Jati sendiri masih sepi dari aktifitas pemberangkatan bus-bus malam bertujuan Jakarta ataupun Bandung. Di parkiran baru ada sekitar 8 Nusantara divisi CN (jumlah persisnya lupa), Nusantara livery biru metalik divisi HS HS 230, dan juga beberapa Handoyo.
Setelah berhenti menaikkan penumpang di dalam Terminal, Jayut RN berangkat kembali. Sempat berhenti sebentar di pintu keluar untuk menaikkan penumpang. Sementara itu di jalur berlawanan atau arah dari timur terlihat antrian kendaraan yang cukup panjang, imbas dari pengecoran jalan di pertigaan tadi.

17.32 Arus lalu lintas di jalan lingkar Kudus sore ini terbilang lancer sampai akhirnya ketemu kemacetan lagi di Ngembal. Ekor antrian kemacetan hingga sebelum garasi PO Haryanto, Ngembal.

17.40 Jayut RN bisa lepas dari kemacetan. Kemacetan karena efek lampu lalu lintas di pertigaan lingkar Ngembal yang nyala lampu hijaunya tidak lama dan juga arus kendaraan sore itu yang memang terbilang padat.
Lepas lingkar kudus hari mulai beranjak gelap. Jayut RN mulai berpapasan dengan bus lintas Surabaya-Semarang seperti Indonesia & Jaya Utama bumel, Sinar Mandiri Mulia Patas & Bumel serta berbagai bus malam arah Jakarta-Bandung, diantaranya rombongan Handoyo, rombongan Pahala Kencana, rombongan Haryanto HR 114 118 116 43 91 99 58 dll, rombongan Bejeu L5 dll, Bandrex Bandung-Lasem, rombongan Madu Kismo, rombongan Budi Jaya, Nusantara, rombongan Zentrum MK TZ 35 dll. Kali ini kecepatan Jayut RN dimaksimalkan lagi. Suspense dari Jayut RN ini sangat empuk sekali jika dibandingkan dengan suspense dari chasis hino RK8. Saking empuknya aku bahkan sempat merem sebentar.

17.58 melintas pabrik kacang Dua Kelinci. Sedikit tersendat jelang pertigaan lingkar. Jayut RN pun mengambil jalur bahu jalan yang sedikit bergelombang, dan aku yang duduk di dalamnya pun masih cukup nyaman. Suspense hino RN ini cukup mantab. Jayut RN sama sekali tidak limbung.

18.01 pertigaan lingkar Pati, Jayut RN masuk kota
18.09 Halte Puri, seorang penumpang turun.
18.16 melintas pabrik kacang Garuda

18.19 lepas pertigaan lingkar Pati, Jayut RN dipacu lebih mosak-masik lagi. Benar-benar mantab. Meski dalam mengurut kecepatan dari bawah tarikannya tidak seenteng hino RK8, namun kalau sudah mencapai kecepatan tinggi Jayut RN ini sangat mantab. Suspensinya juga juara.

18.29 Alun-alun Juwana
18.42 Batangan
18.44 Kaliori
19.00 simpang DPRD Rembang

19.01 sampai terminal Rembang, yang juga berseberangan dengan alun-alun Rembang, beberapa penumpang turun termasuk seorang perempuan yang sempat duduk bersebelahan denganku tadi. Ternyata saat perempuan itu turun sudah dijemput sepertinya oleh keluarganya dengan mobil city car warna putih.

19.16 Jayut RN sampai di bangjo Lasem. Lepas Lasem arus lalu lintas sempat tersendat karena ada pengecoran jalan. Lepas Lasem ini juga Jayut RN mulai berpapasan dengan bus dari Madura, Malang, dan lain-lain bertujuan Jakarta/Bandung seperti Pahala Kencana, Kramat Djati, Haryanto, Lorena, dan sempat berpapasan dengan Harapan Kita bertujuan Cirebon+patas Nusantara jurusan Surabaya-Semarang. Lalu lintas yang tadinya sepi ini mulai padat kembali. Entah berapa jumlah truk bertonase besar yang kali ini memadati jalan semenjak dari Lasem, yang jelas takterhitung jumlahnya karena saking banyaknya. Beberapa kali juga Jayut RN harus sabar dengan menguntit di belakang gerombolan truk, saat arus dari arah beralawanan juga padat.

19.31 melintas PLTU Sluke. Ibaratnya PLTU Sluke ini adalah PLTU versi mininya PLTU Paiton di Pantura timur Jawa Timur sana. Meski kecil, lampu-lampu yang menyala terang itu cukup sedap dipandang.

19.50 Indonesia ekonomi berhasil diblong Jayut RN yang kutumpangi di daerah Kragan.

20.00 melintas Rumah Makan Mitra, ada beberapa bus parkir. Namun ku tak bisa mendapati identitasnya karena kebetulan bus melaju dengan cepat saat melintas depan rumah makan.

20.06 Sarang
20.09 Gapura perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur

20.10 Jayut RN melintas Rumah Makan Wahyu Utama, terlihat Surya Bali sedang istirahat makan

20.13 pertigaan Bulu, rombongan sebuah keluarga turun. Perempuan mahasiswa yang naik bareng bapaknya yang tadi duduk disebelahku pindah mengisi bangku kosong yang ditinggalkan oleh rombongan keluarga tadi.
Entah rejeki atau bukan. Kali ini bangku disebelahku kosong. Sementara dua perempuan tadi sempat duduk bersebelahan denganku, namun kemudian mereka memilih pindah bangku.

20.15 Pelabuhan Ikan Bulu
20.24 Bancar

20.34 Jayut RN melintas Pasar Tambakboyo. Perjalanan menjemukan mulai hinggap dalam diriku. Rumah Makan Rasa Utama Jenu masih jauh+ditambah tak menentunya kondisi kepadatan jalan membuat perjalanan terasa sangat lama bagiku. Perut juga sudah minta diisi asupan makanan, apalagi aku terakhir makan sudah dari siang tadi jam 11 saat di Solo.

20.43 Melintas area pabrik Semen Holcim
20.44 Melintas area pabrik Semen Gresik

20.55 Yang kukhawatirkan datang juga. Arus tersendat kembali karena ada perbaikan jalan mulai alas Jenu. Saat arus lalu lintas dari depan kosong Jayut RN sempat beberapa kali ngeblong antrian kendaraan.

21.07 Jayut RN akhirnya mendarat di Rumah Makan Rasa Utama Jenu. Tiba di rumah makan berbarengan dengan 2 Patas Jaya Utama grup lain yang sedang istirahat juga, 1 patas Indonesia bodi scorpion king jurusan ke Jepara, dan 1 patas Jaya Utama bodi galaxy Exl jurusan ke Semarang.
Aku jadi penumpang pertama yang turun dari Jayut RN. Langsung masuk rumah makan dan menukarkan kupon makan dengan seporsi nasi rawon_segelas teh hangat.

21.32 Jayut RN berangkat dari Rumah Makan Rasa Utama setelah selesai istirahat servis makan. Sementara 2 armada patas tadi sudah berangkat duluan. Keluar rumah makan Jayut RN langsung dihadang kemacetan pengecoran jalan. Kali ini driver masih nyantai dalam membawa armada Jayut RN ini

21.46 melintas depan Terminal Tuban
21.47 melintas Rumah Makan Pangestune
21.48 melintas Rumah Makan Taman sari, beberapa bus terlihat sedang beristirahat untuk servis makan seperti Lorena dll.

21.52 Jayut RN melintas pinggir pantai Kota Tuban. Suasana pinggir pantai cukup ramai pengunjung, banyak orang yang menghabiskan malam kali ini. Lagi Jayut RN masih dalam style nyantai karena kondisi jalan di pinggir pantai yang cukup ramai.

21.57 Alun-alun Tuban, seorang penumpang perempuan berdandan menyolok naik dan duduk di bangku codriver.

21.58 lepas Alun-alun Tuban terlihat Indonesia ekonomi yang tadi sempat diblong di Kragan, Jaya Utama bodi max ekonomi, Sinar Mandiri Mulia ATB bodi Marcopolo sedang parkir di kiri jalan arah timur. Sang kru sedang beristirahat makan sepertinya. Dulu sekitar tahun 2011 pas naik Sinar Mandiri Mulia “Tmblok” ekonomi angkatan Terboyo jam setengah 10 malam juga sempat berhenti disini, karena aku saat itu ngantuk berat aku tidak turun dan melanjutkan tidur di dalam bus.
Sepertinya naiknya perempuan tadi membuat efek busku dijalankan dengan style masih nyantai. Sempat beberapa kali obrolan lantang mereka terdengar sampai ke kabin penumpang. Beberapa kesempatan pula saat jalan sepi busku dijalankan masih dengan style nyantai.

22.16 melintas Pakah

22.38 Jembatan Bengawan Solo, Babat. Beberapa penumpang yang turun disini langsung digantikan oleh penumpang yang naik. Dua orang yang sepertinya control juga ikut naik.

22.40 bangjo Babat, terlihat beberapa calon penumpang sedang menunggu bus ke arah Surabaya. Kondektur sempat menawari mereka untuk naik, namun mereka tak bergeming.

22.51 Pucuk, perempuan mahasiswa yang naik bersama bapaknya tadi turun disini. Kontrol yang tadi naik dari Babat juga ikut turun.

22.57 Sukodadi
23.10 Stadion Surajaya Lamongan

23.28 Jayut RN ngepom di sebuah SPBU jelang Bunder Gresik. Aku gunakan kesempatan ini untuk turun dari bus guna mencari udara segar dan buang air kecil di toilet. Hanya aku saja penumpang yang turun, yang lain masih stay di bus.

23.40 Jayut RN melintas pertigaan Bunder Gresik. Lepas Bunder, seorang penumpang yang tadi naik dari Babat turun di sebuah SPBU.

23.44 Jayut RN pun masuk Gerbang Tol Kebomas. Di tol masih dengan style nyantainya.

23.56 Gerbang Tol Tandes Barat. Jayut RN sempat menepi sebentar. Kondektur setoran dulu ke seorang yang nampaknya dari manajemen Jaya Utama. Orang itu juga memberikan karcis baru ke kondektur. Sepertinya cara ini cukup efektif, kondektur tinggal setoran sebentar dan bus menginap di terminal Bungurasih daripada bus harus bolak-balik Bungurasih-garasi Kalianak

00.01 melintas Gerbang Tol Dupak 3, sempat tersendat sebentar karena ada perbaikan jalan.

00.14 Jayut RN keluar tol melalui Gerbang Tol Waru. Beberapa penumpang mulai turun.

00.19 Jayut RN mendarat di terminal Bungurasih. Beberapa orang menawarkan jasanya pada penumpang yang baru saja turun dari Jayut RN, ojek, taksi, bahkan ada yang menawarkan tujuan Bali. (memang ada bus ke Bali yang berangkat malam-malam begini?)
Keluar bus kemudian kuberjalan agak dengan langkah panjang-panjang menuju tujuanku berikutnya. Hanya satu kata saja yang kulontarkan kepada orang-oang tadi. Malang. Seketika itu juga mereka menjauhiku, padahal bukan itu tujuanku.

Kesan
– overall nyantai, gak ngoyo (gak ngeblong, biasa-biasa saja)
– suspensi hino RN285 enak, lebih empuk dibanding suspense Hino RK8
– seat Hai Rimba Kencana model terbaru, nyaman
– porsi nasi Rawonnya dikit banget dibanding fasilitas makan gratis menu nasi Rawon PO Eka yang disajikan di RM Duta
– bodi scorpion X gak gemlodak, bagasi atas sudah menggunakan tutup
– untuk toilet gak ngecek
– bagian sekat depan bagian bawah ditambahi ditutup selotip hitam menjadikan pandangan ke depan menjadi tambah terbatas
– 9 baris deret kiri, yang punya kaki panjang hindari kursi paling depan, bakalan pegel karena mentok sekat

Author: Adil Hani P

Wong asli Purworejo yang ngangsu kawruh di Solo

2 thoughts on “Hatiku Sumringah Ketemu RN (Catatan Perjalanan bersama bus Jaya Utama)

  1. Naik patas jayut/indonesia bisa nyegat di pinggir jln nggk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s