Cerita Fajar Senja

dari fajar untuk senja

ROAD TO ‪#‎JAMNASBMC2014‬

1 Comment

Waktu di hari jumat malam ini sudah menunjukkan pukul 10 lebih, jari jemariku masih setia dengan laptopku, sekedar untuk menulis sesuatu dan bersurfing ria di internet. Ku tanya kabar teman yang ikut rombongan BMC Masdusel yang ikut bus Satria Muda Scania K360 dan Alhamdulillah bus sudah berangkat dari Rest Area Candi Mas, Sedayu, Bantul bersama bus Nur Shinta Abadi yang dipakai oleh rombongan BMC Bandung dan Marissa Holiday yang dipakai rombongan BMC Subkorwil Suci.

Sekitar jam 11 lewat 15 menit temanku mengabari lagi, bus sudah sampai By Pass Klaten. Oke fix, siap berangkat, barang bawaan juga sudah siap. Dengan diantar teman akupun segera berangkat menuju meeting point di SPBU Rosalia Indah Ringroad Mojosongo. Dengan menyusuri Jalan Baru Kuburan Cina belakang UNS dan tembus ke Ringroad Mojosongo akupun tiba di SPBU Rosalia Indah sekitar jam setengah 12 lewat sedikit.

Tiba di SPBU Rosalia Indah sudah tiba duluan rombongan dari BMC Jogja yang menggunakan 2 bus yaitu 23 Queens Trans Evonext dan Ardian Transport Jetbus 2 AB 7697 AS yang ternyata pernah aku gunakan sebulan sebelumnya saat mengantar rombongan wisata ke Jakarta-Bandung. Ku salami beberapa dulur di antaranya mas Ipung, Fawaz, Candra (kebetulan ngobrol pas di area toilet), dll. Sekitar jam 12 kurang lima belas menit datanglah rombongan BMC Soloraya yang menggunakan armada WY Trans All New Legacy SR1. Namun setelah armada WY trans datang sekitar lima menit kemudian rombongan BMC Jogja memutuskan berangkat dahulu menuju Malang untuk mengikuti acara Jambore Nasional Bismania Community 2014. Di sela waktu ini lah aku bertemu dan saling sapa dengan mas Arga BMC Soloraya.

Jam 12 lewat dikit armada-armada rombongan dari BMC korwil lain mulai berdatangan, BMC Rest Area Salatiga dengan armada Royal Safari Royal Travego Morodadi Prima, BMC Bogor dengan Bejeu B32 Scorpion King, BMC Jateng dengan Zentrum Royal Travego Adiputro, dan juga rombongan yang berangkat bersama mulai dari Rest Area Candi Mas, Bantul tadi, BMC Bandung dengan Nur Shinta Abadi Tourliner, BMC Subkorwil Suci dengan Marissa Holiday Skyliner, dan yang paling aku tunggu BMC Masdusel dengan Satria Muda Royal Travego Adiputro Scania K360.

Segera ku menuju bus Satria Muda, dan kusalami dulur-dulur masdusel yang keluar dari bus; Inu, Rizki, Ario, Kang Cep, Vita, Ovi, Om Aril, Ari, Iwan MK, Mamet, Mas Pendi, Pak PJS, Radit, Yaksa dll. Malam itu suasana terasa menjadi lebih hangat, menurutku pertemuan di malam ini dengan beberapa dulur dari BMC Korwil lain sudah seperti Jambore Kecil.

Jam 1 kurang 15 menit bus-bus yang berkumpul tadi siap untuk berangkat kembali menuju Jawa Timur untuk acara Jamnas di hari sabtu ini. Kali ini aku duduk di kursi 3C, posisi yang lumayan strategis untuk melihat “bioskop” sepanjang 4-5 jam nanti. Aku lupa bagaimana formasi bus saat lepas dari SPBU Rosalia Indah ini. Yang aku ingat di depan Satria Muda adalah rombongan dari BMC Bandung dan BMC Bogor.

Masuk ke Jalan Raya Solo-Sragen sebagian bus mulai unjuk gigi di jalur sempit ini, demikian juga dengan Satria Muda yang ku tumpangi kali ini. Bejeu B32, yang biasanya “goyang kanan kiri” di pantura tak mau ketinggalan juga ikut beraksi. Bahkan Bejeu B32 ini lah yang membukakan jalur untuk bus di belakangnya, Nur Shinta Abadi BMC Bandung, dan Satria Muda yang ku tumpangi. Karena pertunjukan “goyang kanan-kiri” inilah kemudian membuat area di depan hot seat penuh dengan penonton yang meninggalkan kursi aslinya hanya untuk menonton pertunjukan ini

Ada suatu kesempatan dimana saat Bejeu B32 dan Nur Shinta Abadi ini ngeblong Zentrum MK yang dibawa BMC Jateng&segerombolan truk di dekat jembatan menjelang Masaran kena bola muntah, karena sudah terlanjur goyang kanan namun di depan terdapat separator jalan yang akhirnya membuat Bejeu B32 dan Nur Shinta Abadi ini ngeblong jalur lawan, sementara Satria Muda tetap setia dengan jalur aslinya tetap menguntit truk
Adegan ini bisa dilihat di link berikut

Di bangjo pertigaan Pungkruk (ke kiri arah ke Gemolong via Gabugan dan arah menuju ringroad utara Sragen) WY Trans yang tadi di depan tiga gerombolan ngeblong ini tersusul. Kali ini empat bus berjalan bersama masuk kota Sragen. Aku tak tau apakah di belakang Satria Muda ini ada yang mengikuti atau tidak, karena perhatianku kali ini tertuju pada “pertunjukan” di depanku ini.

Di bangjo Alun-Alun Sragen ketiga bus terdepan tadi termasuk Satria Muda ketahan oleh lampu merah. Ketiga bus terdepan tadi memilih antri di jalur kanan, sementara Satria Muda mengambil lajur kiri untuk merangsek ke depan. Dan benar saja, ketika lampu berubah hijau Satria Muda kini berada di depan. Ada kejadian unik lagi saat di bangjo Pilangsari. Lampu menyala merah, dan Satria Muda berhenti di lajur kiri. Namun apa yang terjadi? Prreeeennng, Bejeu B32 dari lajur kanan klakson panjang dan ngeblong lampu merah. Sebagian penumpang di Satria Muda ini hanya bisa geleng-geleng kepala. “Edyaann Bejeu ne kui”

Lampu menyala hijau dan Satria Muda berjalan kembali, aku gak tau di belakang Satria Muda ada bus apa saja yang menguntit, sementara Bejeu B32 sudah mengilang tak terlihat. Bus berjalan cepat, enak sekali bus ini. Nyaman sekali suspense dari Scania K360, menurutku beda jauh dengan suspensi Scania K380 yang agak keras yang pernah aku naiki bersama Nusantara NS99 november silam.

Kepadatan di jalur Pilangsari-Sambung Macan-Mantingan member andil dalam tersusulnya Bejeu B32. Aku lupa di daerah mana Bejeu B32 ini diblong oleh Satria Muda apakah di daerah sebelum Mantingan atau sesudah Mantingan. Yang aku ingat adalah dengan entengnya Satria Muda ngeblong di sebuah jalur lurus dan juga bermarka lurus.

Di jalur Mantingan-Gendingan-Ngawi aku bisa mengatakan handal untuk Satria Muda kali ini. Dengan driver yang handal dalam membawa satria muda, dan juga tarikan enteng dari Scania K360 membuat jalur menantang ini dilahap dengan mudah. Lepas Mantingan, Mandala Bandung-Purwokerto-Jogja-Surabaya diblong dengan enteng. Kemudian lepas terminal Gendingan ditengah alas sebuah Eka S7297 US, Marcopolo AP, Hino RK8 dilahapnya dengan mudah.

Sekitar jam 2 lebih Satria Muda sudah sampai pertigaan Terminal Kertonegoro, Ngawi. Satria muda ambil jalur lurus lewat kota dan akan bablas Caruban via Karangjati (tidak lewat Madiun Kota). Lepas Ngawi Kota berpapasan dengan Mila Sejahtera yang akan menuju Jogja, dan juga beberapa kali berpapasan dengan bus pariwisata di jalur Ngawi-Karangjati-Caruban ini.

Di daerah Muneng, lepas Karangjati arah Caruban terjadi kemacetan sedikit karena ada proyek pelebaran jalan. Di jalur ku tak butuh lama untuk mengantri buka tutup akibat kegiatan pelebaran jalan ini. Sementara di jalur berlawanan terlihat antrian yang cukup panjang akibat buka tutup ini. Ku taksir 1 km lebih antrian kemacetan di jalur berlawanan itu. Di sela-sela antrian itu terlihat Eka Cepat, dan bus pariwisata terselip dalam antrian. Lepas kemacetan tadi busku melaju kembali dengan cepat dan konstan, sementara partner sebelah bangku, Faisal, dulur dari area Cilacap yang kuliah di UNJ dan juga sebagian besar dulur yang menumpang di Satria Muda ini sudah terlelap tidur. Hanya beberapa saja yang masih terjaga.

Sekitar jam setengah 3 lebih bus sudah sampai Caruban, dan ternyata 2 bus rombongan Jogja, 23 Queens Trans+Ardian Transport, serta rombongan BMC Wilis Raya yang memakai armada AM Trans Scorpion King sudah menunggu di depan Terminal Caruban. Sampai depan terminal kami memberi kode untuk langsung jalan terus.

Lewat dari perlintasan kereta api lepas Caruban ku mencoba memejamkan mata untuk tidur, mengingat nanti siang rangkaian acara dari Jambore cukup panjang, dan aku mesti istirahat agar nanti siang tetap fit.

Terbangun saat melintas di Guyangan, sebuah pertigaan menjelang kota Nganjuk dimana kalo mengambil arah kanan adalah arah ke Kediri. Sedulur lain masih terlelap tidur, sementara Iwan MK yang sedari tadi dari SPBU Rosalia Indah duduk di depan samping driver, masih terjaga dari tidur.

Menjelang sebuah bangjo lepas Nganjuk Kota sebuah Mira Nucleus entah nopol berapa tersusul, dan setelah lampu menyala hijau ditinggalkannya Mira nucleus itu. Lagi ku pejamkan mata, hanya tidur-tidur ayam saja dan di sepanjang jalur Nganjuk-Kertosono-Braan ini sempat ku rasakan Satria Muda ini dipacu dalam kecepatan penuh. Jalan yang memang lurus memberi andil dalam Satria Muda memacu kecepatannya.

Sampai Kertosono sekitar jam setengah 4. Lepas perlintasan kereta api Braan rombongan BMC Tulungagung dan BMC Kediri yang menggunakan armada Harapan Jaya Scania K360+Harapan Jaya Hino RN285 sudah menunggu. Kali ini kami kembali memberi kode untuk langsung jalan terus. Lepas Braan ini aku sudah tidak konsen lagi untuk melihat “bioskop” di depan. Temanku ,Mamet, yang sedari Solo tadi duduk di belakang merangsek ke depan dan kali ini jadi teman ngobrolku di etape selanjutnya ini.

Jam setengah 5 Satria Muda mampir di sebuah SPBU di daerah By Pass Mojokerto untuk isi bahan bakar. Ku gunakan kesempatan untuk keluar sekedar merenggangkan otot-otot badan dan menghirup udara segar yang kebetulan pagi itu memang udara agak dingin karena hujan gerimis. Dalam kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh beberapa dulur untuk menghirup udara segar dan ke kamar kecil untuk buang hajat.

 

Satria Muda @ SPBU By Pass Mojokerto

Satria Muda @ SPBU By Pass Mojokerto

 

Hanya berhenti sekitar 15 menit bus berjalan kembali menuju RM Lumintu untuk transit madi dan makan pagi. Ku gunakan sisa perjalanan ini untuk tidur kembali, sementara Mamet merangsek lebih ke depan lagi menemani Iwan MK yang sedari tadi memang duduk di samping driver.

Sekitar jam 5 lebih 15 menit bus sudah sampai RM Lumintu, sudah terparkir armada Bejeu B31, bus yang digunakan oleh rombongan BMC Muria Raya yang kebetulan tidak ikut konvoi tadi karena mereka melewati jalur Jepara-Kudus-Pati-Rembang-Blora-Cepu-Ngawi-Nganjuk-RM Lumintu. Berhubung RM Lumintu suasana masih sepi langsung kugunakan kesempatan untuk mandi dulu karena aku yakin kalau aku menunda-nunda untuk mandi nanti akan bakalan susah, karena rombongan yang lain juga ikut mampir transit di RM Lumintu ini.

Sesudah mandi, jam setengah 6 ku keliling area RM Lumintu untuk sekedar cuci mata. Dan rombongan lain belum juga tiba di RM Lumintu. Selanjutnya kemudian ku gunakan kesempatan bareng Ari dan Mamet untuk tidur-tiduran di dekat Mushola belakang. Saat tidur-tiduran itulah rombongan Royal Safari, BMC Rest Area Salatiga tiba, dan disusul satu per satu dari rombongan korwil lain.

 

suasana pagi RM Lumintu, jam setengah 6 Bejeu B31 BMC Muria Raya+Satria Muda BMC Masdusel

suasana pagi RM Lumintu, jam setengah 6 Bejeu B31 BMC Muria Raya+Satria Muda BMC Masdusel

 

Suasana pagi itu menjadi ramai. Oya tambahan aja. Karena area parkir RM Lumintu yang tidak memadai membuat bus dari beberapa korwil “nunut” parkir di area parkir Rumah Sakit Brimob Watukosek depan RM Lumintu ini.

Pukul 8 pagi semua peserta jambore nasional sudah mandi, sudah sarapan, dan sudah siap. Perjalanan dilanjutkan lagi menuju Malang, tepatnya di Karanglo, dimana nanti di area Karoseri Tentrem acara utama Jambore Nasional Bismania Community 2014 ini diselenggarakan. Kali ini rombongan bus dikawal oleh patwal mulai dari RM Lumintu Watukosek hingga Pabrik Karoseri Tentrem di Malang nanti. Sekitar jam 8 lebih 15 menit rombongan meninggalkan RM Lumintu. Sampai pertigaan Japanan bus tidak bisa langsung belok kanan arah Malang karena ada separator jalan dan harus memutar dulu di arteri Porong.

 

konvoi @ arteri Porong

konvoi @ arteri Porong

 

Lepas Bundaran Apollo ku gunakan untuk tidur lagi karena kurang tidur semalaman. Bangun kembali saat rombongan sudah sampai Singosari. Tak jauh lagi rombongan akan tiba di Karanglo. Namun karena padatnya arus lalu lintas di pagi itu membuat perjalanan menjadi agak tersendat, butuh waktu yang agak lama dari Singosari sampai Karanglo ini.

Akhirnya sekitar jam 10 rombongan sudah sampai Karoseri Tentrem. Sudah tiba duluan di Tentrem beberapa korwil lain seperti BMC Jakarta Raya, dan BMC Banten. Setelah semua armada parkir semua peserta registrasi ke panitia dengan ditandai diberikannya ID Card, dan kemudian acara Jambore Nasional Bismania Community 2014 pun dimulai.
Untuk uraian acara ini, sedulur sekalian bisa membacanya di blog Pak Mohammad Faizi Pariwisata berikut

 

BMC Masdusel @ #JamnasBMC2014 foto by Cahyo Ayok

BMC Masdusel @ #JamnasBMC2014 foto by Cahyo Ayok

 

parkiran bus rombongan peserta #JamnasBMC2014 @ Brawijaya Batu.

parkiran bus rombongan peserta #JamnasBMC2014 @ Brawijaya Batu.

Author: Adil Hani P

Wong asli Purworejo yang ngangsu kawruh di Solo

One thought on “ROAD TO ‪#‎JAMNASBMC2014‬

  1. Oke, sudah saya baca ceritanya. Serem juga ada cerita bola muntah itu. Pantesan agak siang ya datangnya ke Tentrem, rupanya demikianlah ceritanya. Rombongan dari Surabaya langsung menuju TKP. Kami cuma parkir di rest area tol, dan sepertinya tidak ada satu pun dari teman kami yang mandi, hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s