Cerita Fajar Senja

dari fajar untuk senja

Leave a comment

Ba’da subuh ini aku memutuskan untuk tidak langsung tidur, padahal mata ini rasanya sudah sangat ingin dipejamkan, dan diistirahatkan. Tak biasanya juga dari malam hingga subuh ini aku belum memejamkan mata.

Jam di telpon genggamku menunjukkan waktu setengah lima pagi. Aku longok sebentar kondisi luar kamarku dari jendela. Ohh, sinar fajar sudah mulai merekah rupanya. Di kamar aku masih saja bermalas-malasan, entah harus mengerjakan apa di pagi buta ini.

Lebih baik aku keluar kamar, ya rooftop rumah sewa ini yang jadi tujuan. Hanya sekedar duduk-duduk saja. Ku nikmati saja hembusan udara segar pagi ini. Aku lihat juga di ufuk timur sana matahari mulai beranjak naik ke atas. Aku pandangi terus matahari itu. Indah sekali matahari di pagi ini. Serasa menenteramkan hati.

Aku lihat lagi jam di telepon genggamku. Jam setengah enam. Matahari juga sudah mulai nampak jelas di pelupuk mata. Kau matahari, kau membuatku terlena karena keindahanmu. Ya kau membuatku terlena sampai-sampai aku lupa jika aku harus memejamkan mata yang sudah lelah ini.

Author: Adil Hani P

Wong asli Purworejo yang ngangsu kawruh di Solo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s