Cerita Fajar Senja

dari fajar untuk senja

Leave a comment

Apa kabar kau matahari pagi? Senang sekali saat ku bertemu denganmu. Kau dengan seluruh dayamu membuatku semangat untuk bangun dari tidur panjangku. Dan kau juga membuatku tertarik padamu. Bagaimana tidak, sinar fajarmu sungguh sayang bila aku melewatkan waktu pagiku. Belum tentu juga di lain waktu Tuhan yang maha kuasa memberi hal itu kepadaku.

Tapi sama halnya seperti kehidupan yang berjalan dan berputar. Matahari pagi akan berubah jadi matahari siang. Matahari siang pun akan berubah jadi matahari sore. Iya matahari sore, sinar senjanya tak menyilaukan mata. Hanya remang-remang yang tertangkap di mata. Cahayanya semakin lama temaram, dan kemudian ku temui gelap. 

Matahari pagi, ya engkau matahari pagi. Sinar fajarmu merah merona. Menarik mata untuk memandangnya.

Matahari sore, ya engkau matahari sore. Hanya sinar remang tertangkap pelupuk mata, tak silaukan mata.

Author: Adil Hani P

Wong asli Purworejo yang ngangsu kawruh di Solo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s