Cerita Fajar Senja

dari fajar untuk senja

#9SummitUNS

Leave a comment

Saat rasa ini membeku, saat rasa ini remuk redam, saat rasa ini melayang-layang, saat rasa ini di awang-awang, saat rasa ini berada di titik nadir, saat rasa ini bersedih, saat rasa ini menjemukan. Hanya ini yang aku lakukan untuk hal tersebut, jalan-jalan.

Seperti halnya dengan sore ini, aku luapkan semua rasa itu dengan berjalan-jalan bersama teman-temanku, kecret, daru, dewangga. Simpel saja dengan jalan kaki keliling kampus. Hanya beralas sandal jepit, kaos oblong dipadukan dengan kemeja pantai, dan kuayunkan langkah kaki penuh rasa percaya diri untuk berjalan mengelilingi kampus dan mengunjungi setiap fakultas untuk ritual foto di depan name plate tiap fakultas.

Foto di name plate tiap fakultas, perasaan yang senang gembira saat temanku menemukan layang-layang tak bertuan di lembah teknik, waktu yang habis agak tersiakan di fakultas teknik hanya untuk berkeliling mencari name plate fakultas teknik, kaki yang agak pegal karena melangkah selama 2 jam. Mungkin hanya itu yang bisa didapat. Tapi dari itulah, dari hal yang muncul secara tak terduga, gairah semangat dan motivasi itu muncul.

Author: Adil Hani P

Wong asli Purworejo yang ngangsu kawruh di Solo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s