Cerita Fajar Senja

dari fajar untuk senja

Mudik

2 Comments

Rute Tangerang-Purworejo sejauh 540 kilometer

Mudik sudah menjadi tradisi setiap insan manusia di Indonesia untuk bisa berkumpul lagi dengan keluarga besar di kampung halaman setelah sekian lama berpisah untuk sekedar mencari sesuap nasi ataupun untuk mencari ilmu di tanah orang lain. Sudah menjadi rutinitas dimana setiap ada even besar hari raya seperti idul fitri, orang-orang meninggalkan tanah rantaunya.

Kali ini aku mau menceritakan pengalaman mudikku tahun lalu dari Tangerang ke Purworejo. Berangkat dari Tangerang 26 agustus 2011 malam, sampai di rumah tanggal 28 agustus siang hari.Biasanya sih hanya dari Solo ke Purworejo dan dengan waktu 2 jam naik kereta atau 3-4 jam naik bus aku bisa sampai di rumah. Tapi karena ada keperluan kuliah kerja di Jakarta, kali ini aku pulang ke Purworejo berbarengan dengan arus mudik lebaran.

Aku mudik bersama keluarga Om dan Bulikku yang juga akan mudik ke Purworejo. Rombongan mudikku berjumlah dua mobil. Mobil pertama diisi aku, Andi saudara sepupuku, dan dua sepupu Andi dari Bulik. Sedang mobil kedua diisi Omku, bulik dan 1 sepupu andi. Perjalanan mudikkku diawali dari Komplek Periuk Jaya, Tangerang. Jam 11.30 malam kami tinggalkan komplek pemukiman itu. Jalan-jalan arteri di Kota Tangerang dilahap malam itu sebelum menghantarkan rombongan kami masuk Tol BSD-Jakarta. Kami tidak mengambil rute masuk tol Merak-Jakarta untuk mengindari kemacetan di Tol Dalam Kota. Mobil bisa berpacu dengan kencangnya mulai dari masuk Tol BSD hingga Tol JORR, sebelum akhirnya kemacetan menghadang saat memasuki pertemuan arus Tol JORR dengan Tol Jakarta-Cikampek di Cikunir. Butuh waktu hampir satu jam rombongan yang kami habiskan untuk masuk ke Jalur Jakarta-Cikampek.

Selepas masuk Tol Jakarta-Cikampek, kecepatan mobil tidak bisa dipacu dengan maksimal akibat padatnya kendaraan pada malam itu. Selepas Gerbang tol Cikarang Utama, justru arus lalu lintas menjadi lancar. Kami memutuskan untuk beristirahat sejenak di Rest Area KM 39 untuk makan sahur. Rest Area malam itu juga dipadati para pemudik yang beristirahat.

Jam 4 pagi kami tinggalkan rest area untuk melanjutkan perjalanan kembali. Pagi itu arus lalu lintas di tol masih ramai lancar. Sebelum akhirnya kemacetan menghadang lagi selepas exit tol Kalihurip. Matahari sudah mulai terang, namun mobil kami hanya bergerak pelan saja. Dua jam waktu yang kami habiskan untuk berjalan sepanjang 3 kilometer selepas exit tol Kalihurip hingga gerbang tol Cikopo. Masuk jalan arteri Jomin kemacetan masih menghadang. Mobil kami hanya bisa berjalan perlahan saja.

Sekitar jam 9 pagi kami masih terjebak kemacetan di jalan arteri Jomin. Sudah 4 jam mobil kami tak bisa lepas dari kemacetan. Kejenuhan akibat kemacetan ini yang kemudian membawa kami beristirahat lagi. Halaman Puskesmas Cikampek menjadi pijakan untuk kami untuk sekedar melepas lelah dan kantuk. Cuaca yang panas siang itu akhirnya membawaku untuk tidak berpuasa. hehe

Jam 11 kami beranjak dari halaman Puskesmas Cikampek. Kemacetan di jalan arteri Jomin masih belum terurai dan akhirnya aku tertidur. Bangun-bangun jam di tanganku sudah menunjukkan jam 3 sore. Aku lihat keadaan di sepanjang jalan ternyata kami baru sampai Pamanukan. 4 jam untuk perjalanan sepanjang 50 kilometer dari Cikampek hingga Pamanukan. Kami kemudian beristirahat lagi di rest area SPBU Nusantara Pamanukan (yang ada restoran cepat saji asal USA). Kami habiskan waktu istirahat ini kembali untuk mandi, makan dan tidur sejenak.

Jam 7 malam perjalanan di lanjutkan kembali. Kali ini arus lalu lintas sepanjang Pamanukan-Kandanghaur-Lohbener-Jatibarang-Palimanan lancar dan hanya ada kemacetan sedikit di Pasar Tegalgubug. Sebelum masuk tol Palimanan-Kanci-Pejagan lagi kami beristirahat di SPBU terakhir sebelum masuk tol.

Jam 11 malam menandakan kami memasuki gerbang tol Ciperna Utama. Lalu lintas sepanjang tol Palimanan-Kanci-Pejagan juga lancar. Namun, kemacetan lagi-lagi menghadang menjelang keluar Tol Pejagan. Dan dari sini rombongan mobilku berpisah dengan mobil omku. Dan dari sini aku tertidur kembali.

Bangun kembali ketika kami beristirahat di sebuah SPBU di Prupuk. Jam di tanganku menunjukkan jam 4 pagi. Ketika matahari sudah nampak perjalanan dilanjutkan kembali. Arus lalu lintas kali ini juga lancar. Sepanjang Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Rawalo-Buntu-Sumpiuh tak ada kemacetan.

Di Sumpiuh kami istirahat lagi, kali ini di Rumah Makan Pringsewu. Ternyata rombongan mobil omku masih jauh di belakang rombongan mobilku. Karena itu, rombongan mobil kami bisa beristirahat lama sekedar unutk tidur dan sarapan pagi. Semangkuk sop buntut menjadi pelepas dahaga pagi itu dan kemudian aku tidur lagi. Sudah bosan dan jenuh rasanya sepanjang perjalanan ini. Ingin segera rasanya cepat sampai di rumah.

Jam setengah 11 siang perjalanan berlanjut. Kemacetan lagi-lagi menghadang sejak dari Rowokele hingga perlintasan kereta api Karanganyar. Kali ini 15 kilometer ditempuh selama 1 jam lebih. Selepas Karanganyar lancar, dan akhirnya jam 2 siang aku tiba di rumahku di Purworejo dengan selamat.

Itu pengalamanku mudik dari Tangerang ke Purworejo tahun lalu. Semoga bermanfaat untuk jadi referensi mudik kamu.

Author: Adil Hani P

Wong asli Purworejo yang ngangsu kawruh di Solo

2 thoughts on “Mudik

  1. Ada jurusan bus cilacap jember g???? Klu dr jogja brapa biayanya n garasinya dimna???? Mksi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s