Cerita Fajar Senja

dari fajar untuk senja

130808

Leave a comment

Pagi buta, adzan subuh belum berkumandang. Seorang pemuda tak seperti di hari biasanya sudah bangun kala itu. Dibangunkannya dari tidurnya oleh ibunya. Pemuda itu bangun untuk mengejar cita-citanya yang jauh dari kampung halamannya.

Badan pemuda itu sudah segar setelah diguyur air yang terasa dingin pagi itu. Segera ditunaikannya ibadah pagi setelah adzan berkumandang. Semangkuk mie instan rebus dan kopi susu menjadi jamuan sarapan pagi sebelum berangkat ke timur dari kampung halaman.

Dengan menyusuri jalan lingkar di kota tempat tinggalnya yang rusak,matahari juga belum menampakkan raganya ia tinggalkan rumah. Agak di luar kebiasaan pemuda itu dalam mengendarai motornya. Dengan kecepatan tinggi dia kendarai sepeda motornya. Dengan semangat menggebu nggebu dia ingin sampai di tujuannya. Baru 12 KM dia mendapatkan apa yang tak pernah dibayangkannya.

Esok paginya dia sudah di ruang inapnya, di kota dimana hari sebelumnya dia seharusnya mengejar cita-citanya. Dia harus menjalani ritual pagi itu untuk proses memperbaiki organnya yang rusak akibat dihajar kendaraan di pagi hari sebelumnya.

Delapan bulan dia tertatih-tatih dengan bekas luka sejak peristiwa itu. Memang dia masih bisa melanjutkan perjuangan menuju cita-citanya. Rasa syukur masih bisa diberi napas dan bertahan hidup adalah karunia yang tak terkira nilainya.

Diparingi kesehatan lan umur dawa, kuwe rejeki sing ora ngira. ( @NgomongNgapak )

*Cerita hanya didramatisir belaka.

Author: Adil Hani P

Wong asli Purworejo yang ngangsu kawruh di Solo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s