Cerita Fajar Senja

dari fajar untuk senja

Ritual Hari Jum’at

Leave a comment

Purworejo, 3 agustus 2012.

Tidur, baca buku, ngampus, sepedaan, berbuka seadanya, sahur di warung ijo sudah menjadi rutinitasku dalam 5 hari ini. Agak sedikit membosankan memang, tapi ya disyukuri saja lah.

Sehabis jum’atan siang ini cuaca di sekitar kostku cukup panas. Cukup untuk membuat manusia harus menahan diri untuk keluar rumah. Namun hal tersebut tak menyurutkan langkahku untuk pulang ke tanah kelahiran sekedar untuk menikmati rasanya berbuka dan sahur bersama di rumah. Dengan nunut temanku, aku tiba di depan sebuah restoran padang embun pagi yang tutup. Dari tempat itu lah, yang akan membawaku menuntun langkah kaki naik ke besi kotak ajaib a.k.a bus yang akan menghantarkanku menuju ke Jogja dan dilanjut ke Purworejo.

Tepat jam setengah dua siang tubuhku sudah berada di dalam kabin bus ber-AC. Ku tempati seat deret kanan, dan langsung kuhempaskan tubuhku ke seat empuk nan nyaman ini. Ku nikmati saja perjalanan ini dengan sesekali memejamkan mata untuk mengistirahatkan sejenak badan ini.

Interior Besi Kotak Ajaib

Panel AC

Parkiran Terminal Tirtonadi

Kondisi Lalu Lintas Jalan Raya Solo-Yogyakarta

Bus Berbelok Arah ke Tujuannya

Tiket Resmi Solo-Yogyakarta

Setelah dua jam perjalanan, ku mendamparkan lagi tubuh ini sejenak di Terminal Penumpang Yogyakarta / Giwangan sebelum melanjutkan perjalanan kembali menuju Purworejo. Perjalanan selanjutnya disertai dengan rasa agak dongkol akibat Bus Sari Rawit yang membawaku harus berhenti ngetem hampir setengah jam di depan Pasar Gamping untuk menambah sewa. Kekhawatiran akan tiba di rumah setelah adzan maghrib membayang di depan mata. Perasaan yang semula dalam mood yang negatif seolah-olah mulai terkikis karena bus ku berjalan cepat. Seharusnya aku bersyukur karena pak sopir dengan gigihnya beruasaha membawa masing-masing sewa di dalam busnya sampai tujuan masing-masing dengan selamat.

Tiba di rumah memang adzan maghrib sudah berlalu hampir 5 menit yang lalu. Segera saja kubatalkan puasa ini segelas teh hangat dan geblek fresh from the wajan .

Author: Adil Hani P

Wong asli Purworejo yang ngangsu kawruh di Solo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s