Cerita Fajar Senja

dari fajar untuk senja

Pesona Gunung Kidul (2)

Leave a comment

Sabtu, 21 April 2012
Setelah camping semalaman di Gunung api Nglanggeran, aku dan teman-temanku, Pythag, Dura, Bayu, Daru, Rizki, Hasan, Okky, Dendy kemudian melanjutkan perjalanan ke Air Terjun Sri Gethuk. Air Terjun Sri Gethuk berlokasi di desa Bleberan Playen Gunungkidul. Untuk menuju ke Air Terjun Sri Gethuk sendiri dari Yogyakarta menuju arah ke Wonosari, Gunung Kidul. Kira-kira sebelum masuk Kota Wonosari, akan ada pertigaan lampu merah, dan belok ke kanan menuju arah Playen. Sampai Kota Kecamatan Playen, terus saja mengambil arah ke Air Terjun Sri Gethuk, karena petujuk arah kesana sudah dipasang dengan jelas di sepanjang jalan. Jarak dari Jalan Raya Yogyakarta-Wonosari sekitar 12 KM menuju Air Terjun Sri Gethuk.

Begitu hampir mendekati lokasi kami harus melewati jalan yang agak rusak di daerah hutan jati dan hutan kayu putih kemudian melewati perkampungan yang masih alami dan hamparan sawah yang sangat indah. Jalan yang kami lalui tidak hanya jalan yang beraspal rusak, namun juga jalan yang masih berbatuan.

Sampai di Loket Masuk kemudian kami membayar tiket masuk 3000 rupiah per orang, dan 2000 rupiah untuk parkir motor. Ternyata kami harus bersabar kembali karena dari loket masuk menuju parkir wisata kami masih harus melewati jalan berbatu sepanjang 1 KM.

Sesampainya di parkir wisata, pengunjung bisa memilih 2 alternatif untuk menuju air terjun. yang pertama dengan menggunakan kapal dengan biaya 7500 rupiah per orang, atau dengan pilihan kedua dengan menyusuri jalan di pematang sawah sepanjang 200 M.

Karena kami ingin berhemat kami pun memilih melewati pematang sawah untuk menuju Air Terjun.

Melewati pematang sawah

Masih melewati pematang sawah

Sungai Oya, dan kapalnya dimana Sri Gethuk berada.

Kira-kira tak sampai 10 menit kami sampai di Air Terjun, dan selanjutnya kami bermain-main air.

Salah satu sudut air terjun

Sungai Oya yang hijau

Air terjun

Santai sejenak

Air terjun

Bermain air

Apoy Wali Band

Menunggu kapal ceritanya mas Karyo?

Dendy mau renang dulu

Warna warni pengunjung😀

Tebing di pinggir sungai

Setelah capek bermain ria di air terjun, sekitar jam 1 siang kami meninggalkan area air terjun. Dari air terjun sampai ke parkiran sempat ada insiden temanku yang terpeleset saat melewati pematang sawah.huehehe. Kami menyempatkan diri untuk istirahat saat di perjalanan sebentar di Masjid dan makan siang di warung pinggir jalan.

Aku pun berpisah dengan teman-temanku di Pertigaan Piyungan untuk pulang ke rumah di Purworejo, sementara teman-temanku naik motor pulang ke Klaten dan Solo. Dari Piyungan aku naik bus mini ke Terminal Giwangan dan dilanjutkan naik bus Mulyo ke Purworejo.

Pertigaan Piyungan

Tiket bus Mulyo

Author: Adil Hani P

Wong asli Purworejo yang ngangsu kawruh di Solo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s