Cerita Fajar Senja

dari fajar untuk senja

Pulang Kampung

1 Comment

Jum’at, 4 Maret 2011

Sudah 3 minggu aku tidak pulang kampung ke Purworejo. Selama 3 minggu itu pula aku berpusing ria di tanah rantauan untuk menuntut ilmu. Solo. Ya, itulah kota dimana Universitas Sebelas Maret (UNS), almamaterku berada.

Sehabis pulang jum’atan sudah kuagendakan untuk pulang dari Solo ke Purworejo. Awalnya aku diajak pulang oleh teman kostku yang juga sesama perantau dari Purworejo untuk naik Prambanan Ekspress, Kereta Diesel Elektrik yang melayani trayek dari Solo sampai Kutoarjo. Namun hari tersebut aku memutuskan untuk pulang naik bus saja. Lama tak masalah, karena aku sangat menikmati perjalanan di kendaraan umum asal pas tidak mogok saja yang artinya aku menunggu tanpa kepastian yang jelas. Sudah lama aku tak naik Prambanan Ekspress yang pelayanannya menurutku semakin kurang saja.

Jam 02.00 siang aku diantar oleh teman kostku ke depan Kampus UNS, lebih tepatnya lagi di depan RM Padang Embun Pagi untuk nyegat bus jurusan Surabaya-Yogya. Banyak bus lewat depan kampusku, entah kenapa letak Terminal Tirtonadi yang lebih “Kota” membuat bus ke arah timur Kota Solo harus lewat Kota dan tentu saja lewat depan kampusku ini. Ini lah yang membuat lalu lintas kota Solo menurutku seperti di Jakarta saja.

Sekitar 15 menit aku menunggu tampak kejauhan Bus Sumber Kencono AC Tarif Biasa (ATB) mulai mendekat ke arahku. Setelah mendekat, ternyata Bus Sumber Kencono ber plat W 7721 UY berbaju legacy tersebut jurusan Surabaya-Semarang via Solo.

Setelah itu tak lama kemudian Bus jurusan Surabaya-Yogya yang aku tunggu datang. Aku pun naik dan duduk di bangku kanan bus Sumber Kencono non AC berplat W 7181 UY. Bus Sumber Kencono ini bermesin Hino, dan sepertinya berbodi Sprinter.

Tak lama aku duduk kondektur mulai menarik uang penumpang. “Tindak pundi mas?”, Kondektur menanyaiku dengan ramahnya. “Jogja KL, Pak”, aku pu menjawab sambil memberikan uang selembar sepuluh ribuan. Kemudian kondektur memberikan karcis dan uang kembalian Rp 3.500, yang artinya dari Solo ke Yogya naik bus ini hanya membayar Rp 6.500, beda dengan bus Jogja-Solonan yang harus membayar Rp. 10.000.

Tak berapa lama kemudian busku ini masuk Terminal Tirtonadi, banyak penumpang yang turun di sini, dan digantikan oleh sejumlah penumpang. Bus pun beranjak keluar meninggalkan Terminal Tirtonadi, sempat terlihat olehku bus Sumber Kencono W 7721 UY tadi parkir di jalur pemberangkatan Semarang.

Bus melaju mulai meninggalkan kota Solo dengan kecepatan yang cukup sedang. Sampai depan RS Yarsis Pabelan terjadi kemacetan cukup panjang. Ini biasa terjadi karena sekitar jam 2-3 lalu lintas dari dan menuju Solo dari arah barat cukup padat. Saat antrian itu tak sengaja aku melihat ibu muda dari dalam kabin mobil Honda Jazz AD xxxx YF sedang menyusui bayinya. “Ya ampun, numpak bis ono-ono wae pemandangane”, batinku. Aku pun mengalihkan pandanganku karena tindakanku ini kurang beretika.

Sebelum masuk Kartosuro Sumber Kenconoku sempat ngeblong Bus Safari Bumel Solo-Semarang. Sampai Kartosuro hujan deras turun dan sang kernet dengan cekatan menutupi semua jendela agar air tidak masuk ke dalam dan tidak masuk Terminal Kartosuro. Entah kenapa Pemerintah Kabupaten Sukoharjo ini membangun Terminal Kartosuro yang baru ini sangat jauh dari jalan raya, dan hal ini bikin bus males masuk terminal.

Mulai memasuki Asrama Kopasus atau apa namanya (sakngertiku asrama tentara), hujan mulai reda. Tak lama kemudian aku terkejut dengan sesosok bus yang mencoba ngeblong busku ini. Restu Panda. Ya, itulah bus yang mencoba untuk menyalip ini. Bus berbodi buatan Karoseri Adiputro ini membawa rombongan entah kemana. Kok menurutku agak aneh dengan bus Restu Panda ini. Jarak antar kursi sangat dekat. “apa nyaman ya?”, batinku dalam hati.

Sepanjang perjalanan dari Kartosuro sampai Penggung kejar-kejaran dua bus Jawa Timuran ini tak terhindarkan, dan akhirnya Restu Panda menjauh karena busku tetahan bangjo depan Sub Terminal Penggung. Setelah itu busku melaju kembali dan lagi-lagi tertahan bangjo di Karangwuni. Saat menunggu lampu menyala hijau, bus Mira AC Tarif Biasa S 7286 US yang berjurusan sama dengan bus ku masuk di sisi kiri busku. Dan lagi-lagi kejar-kejaran dua bus tidak terhindar lagi.

Sampai Klaten Kota masih terjadi kejar-kejaran, walaupun dua bus ini tidak mengambil penumpang di sepanjang jalan Solo-Yogya ini.

Kejar-kejaran ini sempat berhenti sejenak saat PJL By Pass Klaten ditutup untuk mendahulukan kereta Feeder Progo yang ditarik Loko CC 20145 berjalan dari Stasiun Klaten menuju Stasiun Lempuyangan. Saat antrian di PJL itu bus Mira ATB dan busku mengambil jalur kanan untuk menyalip semua kendaraan yang antri di sisi kiri jalan. Dalam antrian tadi terlihat bus Restu Panda yang tadi membawa rombongan.

Bus ku pun mulai melaju lagi di belakang Mira ATB tadi, dan kemudian Mira ATB tadi menjauh saat busku lagi-lagi tertahan bangjo di Bendogantungan.

Setelah lampu mulai menyala hijau bus melaju kembali meninggalkan Kota Klaten. Bus melaju dengan kecepatan tinggi, juga tak ada tanda-tanda bus Restu Panda tadi akan ngeblong busku ini.

Mulai memasuki Jembatan Layang Janti, Yogya, busku sempat ngeblong Bus Langsung Jaya Solo-Yogya. Bus tersebut liverynya seperti punyanya bus Gunung Mulia ya. Aku pun jadi teringat saat jalan-jalan di Solo ketemu Langsung Jaya yang liverynya mirip Bus Sumber Alam. Sepertinya bus Langsung Jaya ini sering membeli bus bekas dari perusahaan oto bus lain.

Jam 4 lebih 20 menit Busku masuk Terminal Giwangan, dan dari terminal ini aku naik bus lagi ke Purworejo dengan menumpang bus jurusan Purwokerto atau Cilacap nantinya.

Advertisements

Author: Adil Hani P

Wong asli Purworejo yang ngangsu kawruh di Solo

One thought on “Pulang Kampung

  1. tambahi mas,,ojo tentang bis terus,,ngko tak komen wes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s